Jakarta (BRS) – Antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api pada masa mudik Lebaran 2026 terus menunjukkan tren peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api reguler mencapai 435.708 tiket hingga Selasa, 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, seiring pembukaan penjualan tiket yang dilakukan secara bertahap.
Pada Angkutan Lebaran 2026, KAI menerapkan skema penjualan tiket H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Melalui skema ini, tiket dibuka secara bertahap mulai dari keberangkatan H-3, H-2, H-1 hingga H1 Lebaran, sehingga masyarakat memiliki waktu lebih leluasa untuk menyusun rencana perjalanan sejak dini.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa minat pelanggan terhadap perjalanan kereta api reguler pada periode puncak arus mudik terus meningkat, khususnya pada tanggal-tanggal favorit.
“Berdasarkan data hingga 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk keberangkatan H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi yang paling diminati pelanggan,” ujar Anne, Rabu (4/2/2026).
Pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, tiket yang terjual tercatat sebanyak 56.685 tiket. Sementara itu, keberangkatan H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 mencapai 58.759 tiket. Untuk H-1 Lebaran (20 Maret 2026), tiket terjual sebanyak 45.002 tiket, dan pada H1 Lebaran (21 Maret 2026) tercatat 33.736 tiket telah dipesan.
Pola tersebut mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal guna menghindari kepadatan dan mengatur waktu perjalanan dengan lebih nyaman. Selain itu, penerapan penjualan tiket bertahap dinilai mampu membantu pemerataan arus penumpang selama periode Angkutan Lebaran.
Anne menambahkan, perencanaan perjalanan sejak dini memberi keuntungan bagi pelanggan dalam memilih jadwal, relasi, serta layanan kereta api yang sesuai kebutuhan. Dengan memantau jadwal pembukaan penjualan tiket, masyarakat dapat mengatur perjalanan secara lebih optimal.
Secara kumulatif, penjualan tiket kereta api reguler Lebaran untuk periode keberangkatan 11–21 Maret 2026 diperkirakan akan terus bertambah seiring dibukanya penjualan tiket pada tahapan berikutnya.
Sementara itu, berdasarkan data sementara, sepuluh kereta api dengan volume penumpang tertinggi selama periode tersebut didominasi layanan jarak jauh antarkota. Di antaranya KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasar Turi (PP) dengan 24.884 pelanggan, disusul KA Bengawan relasi Purwosari–Pasar Senen (PP) sebanyak 21.714 pelanggan, dan KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar (PP) yang melayani 19.015 pelanggan.
Tingginya minat terhadap sejumlah kereta api tersebut dipengaruhi oleh keterhubungan antarwilayah, karakter perjalanan jarak jauh, serta ketersediaan jadwal yang mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
KAI mengimbau pelanggan yang belum mendapatkan tiket sesuai tanggal atau relasi yang diinginkan untuk terus memantau pembukaan penjualan tiket berikutnya. Pelanggan juga dapat memanfaatkan fitur connecting train melalui aplikasi Access by KAI guna memperoleh alternatif perjalanan yang lebih fleksibel.
“Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik secara matang dan membeli tiket melalui kanal resmi KAI, seperti aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta mitra penjualan resmi. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui Contact Center KAI 121,” pungkasnya.














