Jakarta (BRS) – Di sepanjang tahun 2025, sebanyak 47,4 juta orang telah memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan. Layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan total emisi karbon sebesar ±127.315.192 kg CO₂e, sebuah angka yang membuktikan bahwa mobilitas massal mampu menekan dampak negatif terhadap iklim secara signifikan.
Dengan asumsi rata-rata perjalanan sejauh 300 kilometer, total aktivitas perjalanan pelanggan selama setahun mencapai 14,22 miliar penumpang-kilometer (pkm).
Angka emisi total yang hanya berkisar 127,3 ribu ton CO₂e ini menjadi tolok ukur efisiensi energi bagi transportasi publik di Indonesia.
Hal ini dimungkinkan karena karakteristik kereta api yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah masif secara serentak, sehingga jejak karbon per individu menjadi sangat minim.
Peran strategis kereta api semakin terlihat saat dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Jika 47,4 juta penumpang tersebut beralih menggunakan bus antarkota, emisi karbon diprediksi akan melonjak tiga kali lipat menjadi 386,4 juta kg CO₂e.
Kontras lebih tajam terlihat pada kendaraan pribadi, di mana emisi bisa membengkak hingga 2,72 miliar kg CO₂e, atau puluhan kali lipat lebih tinggi dibandingkan menggunakan layanan kereta api.
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pertumbuhan mobilitas masyarakat harus tetap selaras dengan pengendalian emisi.
“Kapasitas angkut yang besar memungkinkan beban emisi terbagi ke lebih banyak penumpang, sehingga jejak karbon per individu menjadi sangat minimal dibandingkan moda transportasi lain,” jelas Anne, Selasa (3/2/2026).
“Perbandingan ini menegaskan bahwa beralih ke kereta api adalah langkah nyata dalam menekan akumulasi emisi sektor transportasi nasional,” tambah Anne.
Fokus utama perusahaan, lanjut Anne, adalah memastikan operasional yang terjadwal dan efisien guna mendukung sistem transportasi nasional yang ramah iklim.
Melalui strategi yang terukur, KAI berkomitmen menjaga peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi antarkota yang andal sekaligus solusi cerdas dalam pengendalian emisi karbon di Indonesia.
Untuk itu, KAI terus mengoptimalkan keterisian penumpang dan memperkuat integrasi antarmoda. Strategi ini dijalankan agar setiap layanan KA Jarak Jauh tidak hanya menjadi solusi perjalanan yang andal, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi sistem transportasi nasional yang berorientasi pada perlindungan lingkungan dan keberlanjutan masa depan.














