Tangerang (BRS) – Kehadiran Stasiun Jatake langsung memberi warna baru pada peta transportasi Kabupaten Tangerang. Baru empat hari beroperasi sejak 28 Januari 2026, stasiun ini mencatat antusiasme tinggi dengan total 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out hingga 31 Januari 2026.
Pertumbuhan jumlah pengguna Stasiun Jatake menunjukkan tren yang sangat positif. Pada hari pertama operasional, stasiun ini melayani 281 pelanggan, lalu melonjak tajam menjadi 1.042 pelanggan pada 31 Januari 2026, meningkat hampir empat kali lipat dalam waktu empat hari. Data ini menegaskan tingginya kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih dekat dengan kawasan hunian.
Meski Stasiun Parung Panjang dan Cicayur masih menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi di koridor tersebut, Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru.
“Kami melihat Stasiun Jatake tidak hanya sebagai stasiun tambahan, tetapi sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien bagi warga Kabupaten Tangerang bagian barat,” kata Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, dikutip dari keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Beberapa keunggulan utama yang mendorong cepatnya pertumbuhan pengguna antara lain, akses lebih dekat ke kawasan permukiman baru, efisiensi waktu perjalanan bagi komuter, dano Knektivitas langsung ke jaringan utama Jabodetabek
Ke depan, Stasiun Jatake diproyeksikan berkembang menjadi simpul transportasi penting, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan Commuter Line.












