KBB (BRS) – Tim SAR gabungan memutuskan untuk melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari, sejak Sabtu (24/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan harapannya agar seluruh korban dapat ditemukan sebelum masa status darurat bencana berakhir. Status darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail pada 24 Januari 2026 dan berlaku selama 14 hari.
Pada hari ketujuh operasi pencarian, tim SAR gabungan kembali menemukan lima kantong jenazah. Dengan demikian, total 60 kantong jenazah telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi. Hingga saat ini, sebanyak 44 korban telah teridentifikasi, sementara 20 korban lainnya masih dalam pencarian.
“Jumlah korban yang masih dicari 20 jiwa,” kata Syafii di Desa Pasirlangu, Jumat (30/1/2026).
Operasi SAR melibatkan lebih dari 3.000 personel gabungan dengan dukungan lima helikopter, 17 alat berat, dan 22 unit drone. Pencarian dilakukan selama 24 jam, meski pada malam hari kegiatan di lokasi dihentikan dan difokuskan pada evaluasi serta koordinasi penanganan bencana.
Syafii menjelaskan, tantangan utama di lapangan adalah ketebalan material longsor yang di beberapa titik mencapai lebih dari 10 meter serta tingginya curah hujan. Kondisi tersebut menyebabkan alat berat hanya dapat dioperasikan di bagian tepi sektor longsoran.
“Tantangannya ketebalan longsor di titik tertentu lebih dari 10 meter, curah hujan tinggi sehingga alat berat hanya bisa dioperasikan di tepian sektor,” kata Syafii.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima hasil pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Warga yang berada di zona kuning telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing, sedangkan warga di zona rawan akan direlokasi.
“Pemerintah daerah akan menyiapkan lahan relokasi berdasarkan rekomendasi Badan Geologi yang dinyatakan aman untuk dihuni,” kata Jeje.
Ia juga mengimbau masyarakat KBB untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan yang masih tinggi, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya.








