Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memanfaatkan BBM subsidi sepanjang tahun 2025 sebagai instrumen strategis untuk memperkuat layanan transportasi massal dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional. Pengelolaan energi bersubsidi ini dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa BBM subsidi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan layanan kereta api yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan.
“BBM subsidi dimanfaatkan untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal, sekaligus menopang aktivitas ekonomi nasional melalui angkutan barang. Seluruh prosesnya dijalankan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik,” kata Anne dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Sepanjang 2025, KAI mencatat pemanfaatan BBM subsidi sebesar 212.553.184 kiloliter. Porsi terbesar digunakan untuk layanan kereta api penumpang sebesar 189.517.190 liter, sementara sisanya dialokasikan untuk angkutan barang seperti peti kemas, parcel, semen, dan klinker.
Komposisi tersebut menunjukkan keseimbangan antara kepentingan mobilitas masyarakat dan kebutuhan logistik nasional.
Optimalisasi BBM subsidi turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan. Selama 2025, KAI melayani 55.620.561 pelanggan, tumbuh 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai moda pilihan.
Dari total tersebut, sebanyak 17.644.768 pelanggan merupakan pengguna layanan Public Service Obligation (PSO), yang mencakup KA Jarak Jauh dan KA Lokal. Penugasan PSO dari pemerintah memastikan masyarakat tetap memperoleh akses transportasi yang aman dan terjangkau.
Di luar layanan yang dikelola langsung oleh KAI, PSO juga menopang operasional KAI Commuter dan LRT Jabodebek yang melayani ratusan juta pelanggan sepanjang 2025, serta layanan KA bandara di Medan dan Yogyakarta guna memperkuat konektivitas antarmoda.
Pada sektor angkutan barang, KAI membukukan volume 69.791.691 ton sepanjang 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan peran strategis kereta api dalam menjaga efisiensi distribusi dan stabilitas rantai pasok nasional.
Anne menegaskan bahwa KAI terus melakukan pengawasan berlapis dan koordinasi intensif dengan BPH Migas untuk memastikan pemanfaatan BBM subsidi tetap tepat sasaran.
“Ke depan, KAI berkomitmen menjaga akuntabilitas pemanfaatan BBM subsidi agar manfaat sosial dan ekonomi dari transportasi kereta api semakin dirasakan masyarakat,” tutup Anne.













