KBB (BRS) – Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani dampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Fokus utama saat ini bukan hanya bantuan fisik, melainkan juga pemulihan kondisi psikologis para penyintas.
Kepala Dinas Sosial Jabar, Noneng Komara Nengsing, menjelaskan bahwa pendampingan psikososial sangat krusial untuk mencegah trauma jangka panjang. Hingga Minggu (25/1/2026) siang, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) telah menjangkau 394 pengungsi yang tersebar di GOR dan Aula Kantor Desa Pasirlangu.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui pendekatan personal dan kelompok kecil berbasis keluarga. Tim memberikan ruang bagi penyintas untuk bercerita, memberikan dukungan emosional, hingga mengajarkan teknik relaksasi pernapasan untuk mengurangi rasa cemas.
Kondisi di Lapangan: Syok dan Cemas
Ketua Tim LDP, Rudy, mengungkapkan bahwa suasana di pengungsian masih cukup emosional. Banyak warga yang masih mengalami syok karena kehilangan tempat tinggal atau merasa gelisah menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.
Berdasarkan hasil pemantauan, tim mengidentifikasi ada sembilan penyintas yang menunjukkan gejala trauma berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain dukungan mental, Dinsos Jabar memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dan petugas tetap terpenuhi. Berkolaborasi dengan Tagana KBB, dapur umum telah mendistribusikan 1500 paket nasi bungkus untuk para pengungsi.
Dukungan makanan untuk ratusan personel di lapangan, termasuk 300 relawan, 285 prajurit TNI, 300 personel Polri (Brimob & Polres), serta perangkat desa setempat.
Dinsos Jabar berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga situasi stabil, dengan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Tujuannya adalah memastikan masyarakat terdampak bisa bangkit dan pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun psikis.












