KA Brantas Angkut Hampir 489 Ribu Penumpang Sepanjang 2025

Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 488.998 pelanggan menggunakan layanan KA Brantas sepanjang tahun 2025. Capaian ini menegaskan peran strategis KA Brantas sebagai moda transportasi jarak jauh yang menghubungkan kawasan barat, tengah, hingga timur Pulau Jawa melalui rute Pasar Senen–Semarang–Blitar (pp).

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa kinerja KA Brantas mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi massal yang terjadwal, terjangkau, dan mampu menjangkau pusat-pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata regional.

“KA Brantas melayani lintasan panjang dengan karakter penumpang yang beragam. Peningkatan sarana sejak Oktober 2024 semakin memperkuat kenyamanan perjalanan jarak jauh yang berkelanjutan,” ujar Anne, Minggu (25/1/2026).

Sejak 17 Oktober 2024, KA Brantas menggunakan rangkaian kereta ekonomi New Generation Modifikasi dengan tata ruang lebih ergonomis, pencahayaan yang lebih optimal, serta interior yang mendukung perjalanan lintas provinsi. Pembaruan ini sejalan dengan pola perjalanan pelanggan yang melintasi banyak kota dalam satu perjalanan.

Lintasan KA Brantas berada di wilayah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Data BPS Jawa Tengah 2024 mencatat kawasan Pantura seperti Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan Semarang sebagai pusat perdagangan, jasa, serta industri pengolahan yang mendorong pergerakan antarkota secara aktif.

Di Jawa Timur, kota-kota yang dilalui KA Brantas—seperti Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Blitar—menunjukkan dinamika ekonomi dan mobilitas domestik yang kuat. Konektivitas langsung dengan Jakarta dan Jawa Tengah mempercepat pergerakan masyarakat untuk kepentingan kerja, keluarga, dan sosial.

Jalur KA Brantas juga mendukung aktivitas Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah. Stasiun-stasiun di wilayah Pekalongan dan Tegal berada dalam jangkauan kawasan industri tersebut, sehingga berperan dalam mobilitas tenaga kerja dan aktivitas pendukung manufaktur di koridor Pantura.

Dari sisi pariwisata, KA Brantas membuka akses menuju destinasi unggulan seperti Semarang sebagai simpul wisata sejarah dan kuliner, serta Kediri dan Blitar yang dikenal dengan wisata alam, religi, dan sejarah. Dominasi perjalanan wisata domestik menjadikan kereta api sebagai moda yang relevan dalam mendukung mobilitas wisata darat.

Dengan melayani hampir setengah juta pelanggan sepanjang 2025, KA Brantas berkontribusi dalam memperlancar mobilitas penduduk, memperkuat konektivitas wilayah, dan mendorong perputaran ekonomi di kota-kota yang dilalui.

“KAI terus memastikan layanan kereta api tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika wilayah melalui penguatan konektivitas serta peningkatan kenyamanan perjalanan,” tutup Anne.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed