Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membatalkan perjalanan KA (172) Ciremai relasi Bandung–Semarang Tawang yang dijadwalkan berangkat pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 16.55 WIB. Pembatalan dilakukan akibat gangguan operasional perjalanan kereta api dampak banjir di petak jalan Pekalongan–Sragi, wilayah Daop 4 Semarang.
KAI menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, mengingat jalur terdampak belum memungkinkan untuk dilalui dengan aman.
Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, KAI memberikan opsi pengalihan perjalanan menggunakan KA (96) Harina relasi Bandung–Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi pada hari yang sama, dengan jadwal keberangkatan pukul 21.35 WIB. Berdasarkan data, terdapat 145 pelanggan yang telah memiliki tiket KA Ciremai pada jadwal keberangkatan tersebut.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Pengalihan perjalanan ini kami siapkan agar pelanggan tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo dalam pesan singkatnya, Sabtu (17/1/2026).
Bagi pelanggan yang tidak berkenan dengan pengalihan tersebut, KAI memberikan kemudahan berupa pembatalan tiket dengan pengembalian bea tiket (refund) 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses pembatalan dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun Contact Center KAI 121.
Adapun batas waktu pengajuan pembatalan dan pengembalian bea tiket berlaku hingga 7 hari atau 7 x 24 jam sejak tanggal dan jam keberangkatan yang tercantum pada tiket.
“KAI Daop 2 Bandung terus memantau perkembangan kondisi prasarana di wilayah terdampak banjir serta akan menyampaikan informasi terbaru kepada pelanggan. KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI,” jelas Kuswardojo.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” pungkasnya.















