Jakarta (BRS) – Di CES 2026, Samsung menutup rangkaian visi “Your Companion to AI Living” lewat Area Care Companion, sebuah pameran yang menegaskan pergeseran teknologi dari sekadar pintar menjadi benar-benar peduli. Fokusnya satu: perawatan yang lebih manusiawi, proaktif, dan terintegrasi.
Selama ini, perawatan identik dengan respons setelah masalah muncul. Samsung membalik pola itu lewat konsep Intelligent Care, memanfaatkan AI dalam ekosistem Galaxy untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan keamanan sejak dini. Perangkat tidak lagi menunggu perintah, tetapi aktif membaca kebutuhan pengguna.
Begitu memasuki area ini, pengunjung langsung disambut Galaxy Z TriFold futuristik di layar Transparent Micro LED—simbol pusat kendali kehidupan digital yang lebih aman dan sehat. Dari sinilah seluruh pengalaman Care Companion bermula.
Pada zona Self Care – Good Sleep, Galaxy Watch dan Galaxy Ring memantau kualitas tidur dan terhubung otomatis dengan perangkat rumah pintar seperti AC Bespoke AI WindFree Pro dan Air Purifier Infinite AI. Tanpa input manual, sistem menyesuaikan suhu dan aliran udara demi menciptakan lingkungan tidur ideal.
“AI-nya terasa melengkapi hidup, bukan mengganggu,” ujar Tristen Menzies, kreator digital asal Guam. Baginya, kekuatan AI Samsung ada pada kemampuannya bekerja diam-diam namun berdampak nyata.
Perawatan kemudian meluas ke seluruh keluarga. Di area Family Care – Brain Health, Samsung memperkenalkan deteksi dini penurunan kognitif pada lansia. Dengan menganalisis pola bicara, berjalan, tidur, hingga kebiasaan mengetik, sistem dapat mengidentifikasi perubahan kecil dan mengirimkan peringatan kepada tenaga perawat, sekaligus merekomendasikan latihan otak untuk pencegahan.
AI Samsung juga merambah kesehatan hewan peliharaan. Melalui SmartThings Pet Care, pengguna dapat mendeteksi potensi masalah seperti gangguan gigi, patela, hingga katarak hanya dengan memotret hewan di rumah, lalu dianalisis oleh AI.
Untuk keamanan rumah, Vision AI memantau video dan audio dari perangkat berkamera seperti TV dan kulkas. Sistem mampu mengenali situasi berisiko, membedakan wajah orang dikenal dan asing, serta mengirimkan peringatan real-time ke smartphone pengguna—memberi ketenangan meski rumah sedang kosong.
“Semua perangkat bekerja sebagai satu sistem,” kata Dr. Rob Longwell dari Beverly Hills. Menurutnya, integrasi inilah yang membuat keamanan rumah terasa lebih nyata dan dapat diandalkan.
Care Companion ditutup dengan komitmen Samsung memperluas kolaborasi bersama mitra sensor, kamera, dan kunci pintar. Lewat ekosistem AI yang terus berkembang, Samsung menegaskan ambisinya: menghadirkan teknologi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga menjaga, melindungi, dan memahami penggunanya.













