Bandung (BRS) – Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi favorit wisatawan nasional selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Lonjakan kunjungan terjadi signifikan sepanjang masa libur akhir tahun, dengan jumlah wisatawan tercatat melampaui dua kali lipat dari target awal yang diproyeksikan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya telah memprediksi tingginya arus wisatawan. Namun realisasi di lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih besar dari perkiraan semula.
“Berdasarkan prediksi awal dari kepolisian dan data kendaraan yang masuk, kami memperkirakan sekitar 4,5 juta pengunjung. Data awal ini sudah menunjukkan tren positif, dan kenyataannya kunjungan selama Nataru bahkan lebih tinggi,” ujar Adi, Senin (5/1/2026).
Adi menjelaskan, perhitungan jumlah wisatawan dilakukan sejak 25 Desember 2025 dan mencakup periode libur akhir pekan sebelumnya. Dengan rentang waktu sekitar 10 hari, pergerakan wisatawan yang masuk ke Kota Bandung tercatat sangat padat dan merata.
Capaian tersebut sekaligus melampaui target kunjungan yang sebelumnya diproyeksikan. Bahkan, angka realisasi kunjungan tercatat lebih tinggi hingga sekitar 2,6 juta wisatawan dibanding estimasi awal yang telah disusun oleh pemerintah daerah.
Menurut Adi, ada sejumlah faktor yang mendorong tingginya minat wisatawan berlibur ke Kota Bandung selama Nataru. Salah satunya adalah pergeseran destinasi wisata, seiring menurunnya kunjungan ke beberapa daerah tujuan utama lainnya.
“Beberapa destinasi seperti Bali mengalami penurunan pengunjung. Akibatnya, Kota Bandung menjadi alternatif utama yang lebih dekat dan mudah dijangkau, khususnya bagi wisatawan dari Jabodetabek,” katanya.
Tingginya arus wisatawan juga berdampak langsung pada sektor perhotelan. Disbudpar Kota Bandung mencatat, dari 15 hotel yang dipantau, sejumlah hotel di kawasan pusat kota, termasuk sekitar Alun-alun Bandung, mencatat tingkat okupansi hingga 100 persen.
Sementara itu, hotel-hotel yang berada di luar pusat kota juga mengalami peningkatan signifikan, dengan tingkat hunian berkisar antara 60 hingga 80 persen selama periode puncak libur Nataru.
Terkait perencanaan pariwisata ke depan, Adi menyebut Disbudpar akan menggunakan data kunjungan Nataru sebagai basis penyusunan target tahun berikutnya. Perhitungan dilakukan melalui mekanisme proyeksi kenaikan berdasarkan tren dan persentase tertentu.
“Setelah data detail masuk, seperti asal wisatawan dan destinasi yang mengalami peningkatan, barulah kita bisa menghitung proyeksi kunjungan tahun depan secara lebih akurat,” ujarnya.
Dengan lonjakan kunjungan wisatawan pada akhir tahun ini, Pemerintah Kota Bandung optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat daya tarik Kota Bandung sebagai tujuan utama liburan nasional.














