Jakarta (BRS) – KA Lembah Anai adalah kereta perintis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. Kereta ini berperan sebagai penghubung antara bandara dan kawasan sekitar, menghadirkan perjalanan yang efisien dan menyuguhkan lanskap khas Sumatera Barat.
Sepanjang Januari–November 2025, KA Lembah Anai melayani 88.580 pelanggan, mencerminkan peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang konsisten digunakan masyarakat dan wisatawan. KA Lembah Anai melayani relasi Kayu Tanam–Duku–Bandara Internasional Minangkabau (pp) dengan enam perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Dengan tarif Rp5.000 untuk satu kali perjalanan, kereta ini melintasi Stasiun Duku, Pasar Usang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga berakhir di Stasiun Kayu Tanam.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa KA Lembah Anai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Layanan ini membantu aktivitas harian warga, pekerja, pelajar, hingga penumpang pesawat. Akses yang terjangkau dan jadwal yang teratur memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).
Keberadaan KA Lembah Anai turut mendukung pergerakan ekonomi lokal di sepanjang lintasan.
Aktivitas penumpang di stasiun-stasiun yang dilayani mendorong kegiatan usaha masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat. Selain fungsi transportasi, perjalanan dengan KA Lembah Anai menghadirkan pengalaman wisata yang khas, dengan pemandangan perbukitan, persawahan, dan kawasan alam yang menjadi karakter jalur ini.
Nama Lembah Anai diambil dari ikon pariwisata Sumatera Barat, Air Terjun Lembah Anai, yang dikenal masyarakat setempat sebagai Aia Tajun atau Aia Mancua Lembah Anai. Identitas alam ini melekat pada perjalanan kereta api dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.
Anne menambahkan bahwa koneksi KA Lembah Anai dengan bandara memperkuat integrasi antarmoda transportasi.
“Kereta api berperan sebagai penghubung perjalanan udara dan darat, sehingga mobilitas masyarakat dan wisatawan dapat berlangsung lebih terencana,” tuturnya.
Melalui perannya dalam mobilitas, ekonomi, dan pariwisata, KA Lembah Anai terus bergerak bersama masyarakat Sumatera Barat sebagai bagian dari sistem transportasi publik yang melayani kebutuhan wilayah secara terjangkau.
KA Lembah Anai menjadi contoh bagaimana transportasi publik dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan layanan yang terjangkau dan jadwal yang teratur, KA Lembah Anai menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat Sumatera Barat.
Dengan demikian, KA Lembah Anai terus menjadi bagian dari sistem transportasi publik yang melayani kebutuhan wilayah secara terjangkau dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat.















