Bandung (BRS) – Upaya meningkatkan deteksi dini penyakit dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat menjadi fokus kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Bio Farma bagi warga Baduy di Kabupaten Lebak, Banten.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan farmasi milik negara itu menekankan pentingnya pencegahan penyakit dan penguatan respons darurat di wilayah adat yang memiliki akses medis terbatas.
Pada kegiatan yang berlangsung di Kampung Cijahe, Desa Keboncau, Jumat (21/11/2025), lebih dari 300 warga Baduy mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum serta skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Pemeriksaan kadar asam urat dan kolesterol turut dilakukan sebagai upaya mendorong masyarakat mengenali risiko kesehatan sejak dini.
Bio Farma juga memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, mengingat minimnya paparan informasi kesehatan di komunitas adat tersebut. Edukasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan, bukan sekadar pengobatan.
Salah satu intervensi penting yang disiapkan dalam kegiatan ini adalah penyediaan serum anti bisa ular. Bantuan itu menjadi perhatian khusus karena masyarakat Baduy hidup dekat kawasan hutan dan perbukitan, sehingga rentan mengalami kasus gigitan hewan berbisa.
Dengan akses menuju fasilitas kesehatan yang cukup jauh, serum tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat di komunitas.
Kepala Divisi TJSL, HSE, Aset & Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, dalam siaran pers Bio Farma, Senin (24/11/2025), menegaskan bahwa kesehatan masyarakat adat perlu mendapatkan perhatian setara.
“Kami ingin masyarakat Baduy memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan edukasi kesehatan menjadi fondasi agar mereka mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” ucapnya.
Menurut Hidayat, pemberian serum anti bisa ular melengkapi pendekatan pencegahan dan respons cepat yang menjadi prioritas Bio Farma dalam kegiatan sosialnya. Ia memastikan program serupa akan terus diperluas secara kolaboratif.
Komunitas Baduy Dalam dan Baduy Luar selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas medis serta rentan terhadap penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan risiko gigitan hewan berbisa.
Melalui program TJSL ini, Bio Farma menempatkan pencegahan dan kesiapsiagaan darurat sebagai kunci peningkatan kualitas kesehatan masyarakat adat, sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam pembangunan kesehatan nasional.
















