Bandung (BRS) – Sebagai salah satu bentuk dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan, seperti beras, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) menghadirkan West Java Expo (WJX) International Food and Technology 2024 pada 11-13 Oktober 2024 yang diikuti oleh 25 Kabupaten/Kota se Jabar di Parahyangan Convention Hall Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.
“Dari expo ini kami ingin mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan lokal, seperti jagung, singkong, ubi, dan sagu,” ucap Kepala Disperindag Jabar Noneng Komara Nengsih pada acara Bewara Jabar (Beja) di halaman Gedung Setda Jabar, Selasa (8/10/2024).
“Agar ke depannya masyarakat tidak melulu mengandalkan beras dan makanan berbahan dasar terigu. Makanya nanti di acara itu ada juga teknologi-teknologi yang mendukung diversifikasi pangan,” kata Noneng.
“Nanti di expo itu selain ada berbagai lomba, akan dipamerkan juga berbagai teknologi yang mendukung pengolahan pangan, juga teknologi yang mendukung pertanian yang lebih efisien,” ungkapnya.
“Melalui expo ini, kami juga ingin mengedukasi masyarakat tentang nilai gizi makanan lokal selain beras dan terigu,” imbuhnya.
Diketahui, WJX 2024 merupakan kegiatan pameran internasional pertama dengan mengusung tema “Amazing Local Food of West Java”. Pameran ini juga menargetkan transaksi sebesar Rp70 Miliar dalam kegiatannya.
Disinggung mengenai lomba yang digelar dalam WJX 2024 ini, Noneng menyebut ada beberapa lomba, seperti Kreasi Olahan Pangan Non Beras dan Terigu, Kreasi Kemasan Pangan, dan Konten Kreatif.








