[ad_1]
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku, pihaknya akan mereview pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen terhadap sapi impor. Jangan sampai PPN tersebut, merugikan dan memberatkan rakyat.
“Saya masih mau review. Kalau dari kami, pada dasarnya ingin memudahkan hidup masyarakat setiap ada penambahan tarif atau pajak terhadap barang konsumsi, tentu ujungnya memberatkan rakyat,” tandas pria yang akrab disapa Emil ini di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Jumat (22/1/2016).
Pihaknya, aku Emil, akan mempelajari kebijakan pemerintah pusat tentang rencana penetapan PPN 10 persen untuk sapi impor ini.
“Saya akan pelajari dulu kalau memang tidak bisa dihindari, saya akan bantu komunikasikan kalau itu kebijakan pusat. Tetapi kalau itu ada kebijakan lokal, tentunya kita akan intervensi,” tandasnya.
Saat ini, Pemkot Bandung pun telah menyiapkan operasi pasar daging. “Operasi pasar juga sudah disiapkan untuk masalah daging,” tandasnya.
Untuk meringankan beban warga miskin pun, Emil mengaku, Pemkot Bandung tengah menyiapkan pemberian gas 3 kilogram gratis.
“Tahun ini kita bantu warga miskin dengan gas tiga kilo kan, sebagai bagian untuk mengurangi beban kelompok warga yang secara sosial ekonomi harus dibantu. Saya lupa nilainya, tapi yang menerima raskin akan dapat gas 3 kilogram juga,” ujarnya. (GM)
© Bandung Juara
[ad_2]












