Kereta Api Jadi Tulang Punggung Mobilitas Aglomerasi Jateng – DIY

Jakarta (BRS) – Mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kian meningkat, terutama pada akhir pekan dan masa libur. Kondisi tersebut menegaskan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi andalan di kawasan aglomerasi.

Sepanjang Januari 2026, lebih dari satu juta pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api perkotaan, lokal, hingga bandara di wilayah Jateng –DIY.

Peningkatan ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan intensitas perjalanan komuter antar kabupaten/kota tertinggi, khususnya pada koridor Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto.

Aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan layanan publik yang saling terhubung mendorong kebutuhan transportasi massal yang terjadwal, nyaman, dan mudah diakses.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, tren tersebut mencerminkan perubahan pola perjalanan masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi berbasis rel.

“Kereta api kini menjadi pilihan utama untuk mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, hingga akses menuju bandara. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pelanggan di berbagai layanan di Jawa Tengah dan DIY,” ujar Anne, Sabtu (7/2/2026).

Layanan KA Joglosemarkerto mencatat kinerja positif dengan melayani 110.409 pelanggan pada Januari 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 97.929 pelanggan. Rute melingkar Yogyakarta–Solo–Semarang–Purwokerto menjadikan layanan ini favorit untuk perjalanan keluarga, wisata, dan mobilitas antarkota.

Konektivitas menuju bandara juga terus menguat. KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) melayani 74.102 pelanggan sepanjang Januari 2026, naik dari 63.730 pelanggan pada Januari 2025.

Sementara itu, Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat 239.331 pelanggan, meningkat dari 229.716 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk mobilitas harian, KRL Area VI Yogyakarta tetap menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat. Layanan ini melayani 758.375 pelanggan selama Januari 2026, meningkat dari 712.152 pelanggan pada Januari 2025, dengan frekuensi hingga 31 perjalanan per hari yang menghubungkan Yogyakarta, Klaten, dan Solo Raya.

Layanan kereta lokal turut melengkapi konektivitas wilayah. KA Prameks rute Yogyakarta–Kutoarjo melayani 94.567 pelanggan, meningkat dari 86.973 pelanggan, sementara KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri mencatat 16.294 pelanggan seiring peningkatan frekuensi perjalanan.

Anne menegaskan, meningkatnya penggunaan kereta api menunjukkan peran penting transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas kawasan aglomerasi yang semakin dinamis.

“Dengan layanan yang terintegrasi, kereta api menghadirkan perjalanan yang lebih tertata, nyaman, dan relevan bagi berbagai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penguatan layanan perkotaan, lokal, dan bandara, KAI terus berkomitmen mendukung mobilitas masyarakat Jawa Tengah dan DIY, sekaligus menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam aktivitas harian maupun perjalanan liburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *