Hampir 7 Ribu Pohon Tumbuh di Jalur Kereta, KAI Dorong Aksi Nyata Transportasi Hijau

Jakarta (BRS) – Upaya menekan jejak karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan tak hanya bisa dilakukan lewat teknologi, tetapi juga melalui langkah sederhana yang konsisten.

Sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya pada agenda hijau nasional dengan menanam 6.989 pohon di berbagai wilayah operasional.

Penanaman dilakukan di area stasiun, sepanjang jalur rel, kawasan pesisir, hingga lingkungan permukiman masyarakat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 6.716 pohon. Secara akumulatif, sejak 2021 hingga 2025, KAI telah menanam sebanyak 108.008 pohon di berbagai daerah di Indonesia.

Program penghijauan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pada pilar pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026), Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan.

“Manfaat penanaman pohon tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya serap air untuk mengurangi risiko genangan dan banjir, menahan abrasi di kawasan pesisir, serta menciptakan ruang publik yang lebih nyaman di sekitar jalur dan stasiun kereta api,” kata Anne.

Sepanjang 2025, KAI menanam beragam jenis pohon, mulai dari pohon peneduh dan pohon keras seperti beringin, trembesi, mahoni, pule, dan ketapang, hingga pohon buah seperti mangga, alpukat, durian, lengkeng, dan nangka.

Di wilayah pesisir, KAI juga menanam mangrove dan cemara laut guna menjaga keseimbangan ekosistem pantai.

Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, yayasan lingkungan, kelompok tani, serta masyarakat di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Lampung.

Di kawasan pegunungan, KAI menyalurkan bibit bambu dan aren untuk mendukung pengelolaan sumber daya air, sementara di area permukiman dilakukan penanaman tanaman hias dan pohon buah produktif yang bernilai ekonomi..

Komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan turut tercermin dalam penilaian S&P Global ESG 2025. KAI mencatat ESG Score sebesar 55 poin, meningkat 14 poin dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan perusahaan dalam 20 persen teratas industri transportasi global.

Pencapaian tersebut didukung oleh berbagai inisiatif lain, seperti pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah stasiun, peningkatan efisiensi energi dan operasional, serta kehadiran fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI yang mendorong pelanggan memilih perjalanan rendah emisi.

“Seluruh langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, andal, terjangkau, sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *