Padalarang (BRS) – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan persiapan peringatan Hari Siaran Daerah (Harsiarda) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 telah memasuki tahap akhir. Hingga Selasa (6/10/2026), kesiapan teknis pelaksanaan acara dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Puncak Harsiarda Jabar 2026 akan berlangsung di Plaza Mekarsari, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (10/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.
Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Harsiarda yang dipimpin Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, di Ruang Rapat Setda KBB, Padalarang, Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya jajaran Asisten Daerah, instansi teknis Pemkab KBB, camat dari Kecamatan Ngamprah, Padalarang, Cisarua dan Cikalongwetan, KPID Jawa Barat, PRSSNI, serta sejumlah mitra seperti PMI, RSGM Unjani, HIMPSI dan Kwarda Jabar.
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, Pemkab KBB memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan agenda tingkat provinsi tersebut, sekaligus menyinergikannya dengan sejumlah kegiatan kemasyarakatan di daerah.
“Seluruh persiapan kini telah memasuki tahap final dengan sinkronisasi jadwal yang matang. Koordinasi lintas lembaga ini memastikan setiap elemen acara, mulai dari protokoler hingga teknis penyiaran di lapangan, telah siap dieksekusi,” kata Asep.
Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Adiyana Slamet menjelaskan, KBB dipilih sebagai lokasi puncak peringatan Harsiarda 2026 salah satunya karena respons cepat pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Pemilihan KBB sebagai tuan rumah didasari oleh responsivitas yang sangat tinggi dari jajaran pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan mendekatkan lembaga penyiaran—baik lokal maupun sistem stasiun jaringan—secara langsung dengan masyarakat melalui aksi nyata,” ujar Adiyana.
Rangkaian kegiatan Harsiarda akan diawali dengan senam sehat bersama masyarakat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan Jaraswara Penyiaran atau Piala Ketua KPID Jawa Barat serta lomba mewarnai untuk anak-anak.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian acara. Layanan yang disiapkan antara lain pemeriksaan gigi dan mulut bekerja sama dengan RSGM Unjani, konsultasi psikologi dan kesehatan mental bersama HIMPSI, serta donor darah bersama PMI.
Untuk mendukung kegiatan donor darah, mobilisasi masyarakat dilakukan melalui Kecamatan Ngamprah, Padalarang dan Cisarua. Secara keseluruhan, puncak Harsiarda diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 masyarakat.
Selain kegiatan sosial dan hiburan, Harsiarda 2026 juga menghadirkan aktivitas yang berkaitan langsung dengan dunia penyiaran. Sejumlah unit Outside Broadcast Van (OB Van) radio di Bandung Raya beserta kru dan penyiarnya akan hadir di lokasi.
PRSSNI Jabar juga menerjunkan Mobil Balaka untuk memberikan pengalaman interaktif kepada masyarakat. Pengunjung dapat mencoba secara langsung simulasi menjadi penyiar maupun pembaca berita radio.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Harsiarda Jabar 2026 di KBB tidak hanya menghadirkan kegiatan bersama masyarakat, tetapi juga mempertemukan lembaga penyiaran dengan warga secara langsung melalui kegiatan sosial dan edukasi penyiaran.














