Surabaya (BRS) – Delapan pelaku UMKM asal Jawa Barat membawa produk mereka ke ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya. Bukan sekadar memajang produk, keikutsertaan mereka menjadi ruang untuk memperluas pasar, bertemu calon mitra, hingga membuka peluang kerja sama pembiayaan dan perdagangan.
FESyar Regional Jawa 2026 yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Grand City Surabaya, Masjid Al-Akbar, dan Universitas Ciputra tersebut mempertemukan pelaku usaha syariah dari berbagai daerah. Dalam gelaran itu, tercatat komitmen pembiayaan dan transaksi perdagangan mencapai Rp80,9 miliar.
Angka tersebut terdiri atas komitmen pembiayaan sebesar Rp37,6 miliar dan realisasi business matching perdagangan senilai Rp43,3 miliar. Sebanyak 270 UMKM syariah terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan 242 konsultasi business matching one-on-one yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra.
Di tengah pertemuan bisnis tersebut, delapan UMKM Jawa Barat ikut mengambil bagian, yakni Yasa, BOOLAO, NEU MEN, Dama Kara, Unique Indonesia, sesasesa, Pala Nusantara, dan Viera Sutra Alam.
Produk-produk yang dibawa para pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi UMKM Jawa Barat kepada pasar yang lebih luas. Selama pelaksanaan FESyar, total penjualan UMKM Jawa Barat tercatat mencapai Rp84.313.801.
Peluang kerja sama juga muncul dari agenda business matching. PT Dialesha Indonesia Global (Anggia), salah satu UMKM Jawa Barat yang mengikuti business matching, mendapatkan kesepakatan Letter of Intent (LoI) senilai USD3.000.
Bagi Bank Indonesia, capaian tersebut menjadi bagian dari proses yang lebih panjang dalam pengembangan UMKM di ekosistem ekonomi syariah. Transaksi memang menjadi salah satu hasil yang terlihat, tetapi keterhubungan pelaku usaha dengan rantai nilai halal menjadi bagian penting yang ingin terus diperkuat.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan, “Transaksi betul, tetapi rantai nilai halal itu jauh lebih penting.”
Pesan tersebut sejalan dengan upaya mendorong UMKM agar tidak berhenti pada peningkatan penjualan, tetapi juga mampu membangun kemitraan dan masuk ke dalam rantai nilai yang lebih luas.
Karena itu, FESyar tidak hanya menghadirkan ruang transaksi. Berbagai kegiatan dalam festival tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha, mulai dari pameran fashion, UMKM Showcase, sajian kuliner khas, dukungan sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pembiayaan.
Sejumlah kompetisi juga digelar untuk mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus menjaring talenta di bidang ekonomi syariah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat (BI Jabar), turut mencatat prestasi melalui Juara 2 Kompetisi Program Zakat Produktif Unggulan, Juara 2 Halal Chef Competition Kategori Profesional, Juara 3 Halal Chef Competition Kategori Vokasi, serta Juara 3 Lomba Dakwah Ekonomi Syariah.
Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui sinergi lintas lembaga. Dalam FESyar Regional Jawa 2026, Bank Indonesia bersama OJK, KDEKS, Kanwil Kementerian Agama, BPJPH, MUI, serta berbagai perangkat daerah menandatangani Project Charter untuk memperkuat pengembangan ekosistem halal dan ketahanan pangan.
Dalam siaran pers yang terbit Senin (28/9/2026), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan disebut turut hadir dan menjadi narasumber dalam Seminar Flagship “Keluarga sebagai Penguat Ketahanan Ekonomi Syariah”. Seminar tersebut membahas peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk nilai, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola kehidupan, termasuk dalam pengelolaan ekonomi sesuai prinsip syariah.
Di tingkat daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan harapan agar FESyar memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan kemitraan, pengembangan usaha dan inovasi, serta perluasan pasar.
Pengembangan ekosistem tersebut turut didukung berbagai inisiatif di Jawa Timur, mulai dari pengembangan kawasan KHAS, destinasi pariwisata ramah muslim, pusat dan kawasan halal, hingga peningkatan sertifikasi halal bagi produk usaha.
Bagi pelaku UMKM Jawa Barat, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas eksposur produk sekaligus membuka akses terhadap calon pembeli, mitra usaha, dan lembaga pembiayaan.
FESyar Regional Jawa 2026 selanjutnya menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.













