New York (BRS) – PT Bio Farma (Persero) memperluas kemitraan strategis dengan perusahaan farmasi global MSD. Kesepakatan transfer teknologi vaksin human papillomavirus (HPV) resmi ditandatangani di New York, Amerika Serikat, 21 September 2026 waktu setempat.
Perjanjian ini akan meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri untuk memproduksi vaksin HPV nonavalent (9vHPV) dan juga vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya dan Senior Vice President Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise MSD Gregg Szabo. Prosesi disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, dan Duta Besar Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan kolaborasi Bio Farma dan MSD yang sudah terjalin sejak 2016. Fase baru ini menitikberatkan pada transfer teknologi jangka panjang dan penguatan sumber daya manusia.
“Penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama transfer teknologi ini merupakan langkah penting bagi Bio Farma dalam memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional,” ujar Shadiq Akasya dalam rilis Bio Farma, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, manfaat kolaborasi tidak hanya soal kapasitas produksi.
“Lebih dari sekadar meningkatkan kapasitas produksi, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi, pengetahuan, keahlian, serta kemampuan sumber daya manusia Indonesia,” katanya.
Shadiq menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma ingin memastikan penguatan kapabilitas tersebut berdampak langsung pada akses vaksin yang berkelanjutan dan membangun fondasi industri kesehatan yang tangguh bagi generasi mendatang.
Dari sisi pemerintah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai kemitraan ini sejalan dengan agenda Asta Cita, yakni penguatan kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, dan sektor strategis termasuk kesehatan.
“Kerja sama antara MSD dan Bio Farma ini sejalan dengan prioritas Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan kapasitas di dalam negeri,” ujar Budi.
Ia mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya memperkuat kemampuan nasional dalam menyediakan solusi kesehatan preventif yang berkualitas.
Sementara itu, perwakilan MSD menegaskan komitmennya mendukung Indonesia.
“Inovasi dalam pencegahan penyakit memiliki peran penting dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik. Melalui kerja sama dengan Bio Farma, kami berharap dapat mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Gregg Szabo.
Kemitraan ini menggabungkan pengalaman manufaktur Bio Farma dengan keahlian riset dan teknologi MSD. Tujuannya untuk memperluas kapasitas lokal, mengurangi ketergantungan impor, dan memastikan akses berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas tinggi untuk program pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi di Indonesia.














