Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin Td ke Ghana, Produksi Lokal Ditargetkan Mulai 2027

Bandung (BRS) – PT Bio Farma (Persero) memperkuat kerja sama Indonesia-Ghana di bidang kesehatan melalui transfer teknologi vaksin tetanus dan difteri (Td). Kolaborasi dengan Atlantic Lifesciences (ALS), Ghana, tersebut diarahkan untuk membangun kapasitas manufaktur vaksin lokal sekaligus memperkuat kemandirian produksi kesehatan di kawasan Afrika Barat.

Melalui kerja sama ini, Bio Farma tidak hanya memasok produk vaksin, tetapi juga mentransfer teknologi dan memberikan dukungan teknis kepada ALS untuk mengembangkan kemampuan manufaktur di Ghana.

Bio Farma mendukung penyediaan teknologi, bantuan teknis, serta suplai Td Final Bulk Ready to Fill (RTF). Sementara itu, ALS mengembangkan kapabilitas lokal untuk proses fill-finish, pengendalian mutu atau Quality Control (QC), pengemasan, registrasi hingga manufaktur komersial vaksin Td di Ghana.

Kerja sama tersebut telah melalui sejumlah tahapan sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Desember 2023. Tahap berikutnya ditandai dengan penandatanganan Master Agreement Transfer Teknologi Vaksin Td pada September 2024.

Kolaborasi kemudian memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan Tech Transfer Agreement dan Sales Agreement pada Agustus 2025.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan transfer teknologi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan karena kerja sama tidak berhenti pada penyediaan produk, tetapi juga mencakup pembangunan kemampuan produksi dan sumber daya manusia.

“Kemitraan Bio Farma dan Atlantic Lifesciences merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam membangun ketahanan kesehatan global. Melalui transfer teknologi, kami ingin tumbuh bersama mitra dengan membangun kemampuan manufaktur dan sumber daya manusia, sehingga negara mitra semakin memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakatnya,” ucap Shadiq, Selasa (29/9/2026).

Saat ini, proyek tersebut memasuki tahapan menuju Process Performance Qualification (PPQ) atau validasi proses. Tahapan PPQ direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 hingga Januari 2027.

Setelah itu, proses akan dilanjutkan dengan registrasi dan inspeksi oleh Ghana Food and Drugs Authority (Ghana FDA) yang dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Mei 2027.

Jika rangkaian validasi dapat diselesaikan, data stabilitas memenuhi persyaratan, persetujuan regulator diperoleh, serta kesiapan pengadaan terpenuhi, pasokan komersial vaksin Td melalui fasilitas lokal di Ghana ditargetkan dapat dimulai pada 2027.

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi Ghana untuk mengembangkan kapasitasnya sebagai salah satu platform manufaktur dan pasokan vaksin bagi kawasan Afrika Barat. Pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan ketentuan registrasi, regulasi, serta mekanisme yang berlaku di masing-masing negara.

Bagi Bio Farma, program transfer teknologi vaksin Td tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan model bisnis berbasis license-out dan technology transfer. Melalui pendekatan ini, kontribusi Indonesia di pasar internasional tidak hanya dilakukan melalui ekspor produk jadi, tetapi juga melalui transfer pengetahuan, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kemampuan industri kesehatan negara mitra.

Kolaborasi Bio Farma dan ALS juga menjadi bagian dari South-South Cooperation antara Indonesia dan Ghana, khususnya dalam bidang ketahanan kesehatan, manufaktur lokal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam kerja sama tersebut, pengembangan kapasitas manufaktur vaksin diharapkan dapat mendukung peningkatan akses terhadap produk kesehatan sekaligus memperkuat sumber daya manusia dan ekosistem kesehatan di Ghana.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma juga terus mendorong kolaborasi internasional yang dapat memperluas kontribusi perusahaan dan industri kesehatan Indonesia di tingkat global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia dapat berkontribusi lebih jauh dalam ekosistem kesehatan global. Bukan hanya melalui produk yang kami hasilkan, tetapi juga melalui teknologi, pengetahuan, dan kolaborasi. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma akan terus mendorong kinerja dan ekspansi internasional yang memberikan manfaat bagi kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing Indonesia, serta menciptakan nilai berkelanjutan,” pungkas Shadiq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *