Bandung (BRS) – Pemerintah Kota Bandung terus membuka ruang bagi investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor potensial. Upaya tersebut dilakukan melalui Investor Day 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, awal pekan lalu.
Mengusung tema “Bridging Vision and Opportunity for Bandung City’s Investment Future”, Investor Day 2026 menjadi bagian kedua dari Trilogi Investasi yang dirancang sebagai ruang temu antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor.
Kegiatan ini diarahkan tidak hanya untuk mengenalkan potensi investasi, tetapi juga mempercepat terwujudnya kerja sama yang konkret dan memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Bandung.
Investor Day 2026 rencananya dibuka Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rakhmat Yulianto juga dijadwalkan hadir menyampaikan keynote speech mengenai kebijakan dan arah investasi nasional.
Sejumlah proyek prioritas akan ditawarkan kepada calon investor dalam kegiatan tersebut. Dari aset milik pemerintah daerah, peluang investasi yang disiapkan antara lain Sekemala Integrated Farming, pembangunan infrastruktur transportasi berupa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan Shelter Bike Share, Kampung Wisata Kreatif Pasir Kunci, serta Rumah Susun Sadang Serang.
Selain itu, peluang investasi juga berasal dari aset non-pemerintah daerah. Beberapa di antaranya yakni aset Kompleks Pabrik Kina dan aset ruko milik PT Kimia Farma (Persero) Tbk, serta aset IFG Life di Jalan Gatot Subroto.
Investor Day 2026 turut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Pemprov Jawa Barat, investor Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), hingga pelaku usaha dan asosiasi bisnis nasional maupun internasional.
Sektor perbankan dan lembaga keuangan, perangkat daerah, BUMD, BUMN, serta perusahaan swasta juga dilibatkan untuk memperluas potensi kolaborasi.
Untuk mempertemukan investor dengan pemilik proyek secara lebih langsung, kegiatan tersebut menyediakan sesi one on one meeting. Forum ini memungkinkan calon investor menggali informasi mengenai proyek, skema kerja sama, hingga peluang pengembangannya secara lebih mendalam.
Pemkot Bandung juga membuka mekanisme Expression of Interest (EOI) untuk menjaring minat dan komitmen investasi dari para peserta.
Melalui Investor Day 2026, Pemkot Bandung berharap berbagai peluang yang ditawarkan tidak berhenti pada tahap promosi, tetapi dapat berlanjut menjadi investasi dan kerja sama nyata.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat daya saing Kota Bandung sebagai salah satu pusat ekonomi dan bisnis di Jawa Barat.














