Jatinangor (BRS) – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia. Sebanyak 24 tim Ekspedisi Patriot 2026 resmi diberangkatkan untuk mengabdi di lima kawasan transmigrasi yang tersebar di Papua Barat, Kalimantan Tengah, dan Bengkulu.
Pelepasan tim berlangsung di Auditorium Balai Santika, Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (24/7). Program ini merupakan bagian dari kolaborasi Unpad dengan Kementerian Transmigrasi RI dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengatakan kepercayaan yang kembali diberikan kepada Unpad merupakan hasil dari kinerja positif pada pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahun sebelumnya.
“Tahun lalu Unpad berkontribusi mulai dari ujung barat Indonesia di Aceh, ujung timur di Merauke, hingga ujung selatan di Pulau Rote. Alhamdulillah, dengan performa yang baik tersebut, tahun ini Unpad kembali dipercaya menjadi salah satu dari sedikit perguruan tinggi yang diminta berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot 2026,” ucap Prof. Rizky.
Menurutnya, tantangan di kawasan transmigrasi bukan hanya membangun wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat terus berkembang dan bertahan di daerah tersebut. Karena itu, kehadiran tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu menghadirkan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran Ekspedisi Patriot bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi representasi Unpad dalam menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi nyata agar manfaat perguruan tinggi dapat semakin dirasakan masyarakat. Dengarkan mereka, bangun komunikasi yang hangat dengan masyarakat maupun pemerintah daerah, kemudian tawarkan solusi yang relevan berdasarkan kebutuhan mereka,” katanya.
Sementara itu, Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad, Prof. Nur Atik, menjelaskan sebanyak 24 tim yang diberangkatkan terdiri atas 24 dosen sebagai ketua tim dan 120 mahasiswa sebagai anggota.
Sebagian besar tim akan bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yakni sebanyak 20 tim. Sementara empat tim lainnya ditempatkan di Kotawaringin Barat, Pulau Nibung, dan Kapuas di Kalimantan Tengah, serta Lagita, Kabupaten Bengkulu Utara.
Prof. Nur Atik menambahkan, Ekspedisi Patriot 2026 mengangkat berbagai isu strategis yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Karena itu, setiap tim dibentuk dengan melibatkan berbagai bidang keilmuan agar mampu memberikan solusi yang lebih menyeluruh sesuai kondisi di lapangan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi penugasan.
“Kami menitipkan kepada rekan-rekan untuk bekerja secara optimal dan tulus karena ini adalah pengabdian untuk Indonesia. Di mana pun bertugas, tetaplah menjaga nama baik almamater Universitas Padjadjaran dan tunjukkan bahwa kehadiran tim Ekspedisi Patriot benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.













