Sentuhan Modern Jadi Cara Duo Wening Jepank Dekatkan Keroncong Kepada Generasi Muda

Solo (BRS) – Musik keroncong terus berupaya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Semangat itulah yang akan dibawa Duo Wening Jepank yang akan tampil dalam Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta, Minggu (19/7) besok.

Berbeda dengan sajian keroncong pada umumnya, duo yang beranggotakan Wening dan Jepank Van Samben ini menghadirkan perpaduan musik tradisional dengan unsur modern seperti sequencer, blues, rock and roll hingga rap. Konsep tersebut dipilih sebagai cara agar keroncong semakin dekat dengan kalangan muda sekaligus tetap relevan di tengah perkembangan industri musik.

Namun, di balik eksplorasi musikal tersebut, Duo Wening Jepank juga membawa misi yang lebih besar. Seluruh karya yang mereka tampilkan merupakan lagu ciptaan sendiri yang mengangkat berbagai sisi Kota Solo, mulai dari budaya, kuliner, hingga destinasi wisata.

“Kami bukan hanya bernyanyi, tetapi juga menjadi aktivis city branding Kota Solo. Semua lagu yang kami ciptakan bercerita tentang budaya, kuliner, pariwisata hingga berbagai potensi Kota Solo. Harapannya, Solo semakin dikenal di tingkat nasional bahkan dunia,” ujar Wening, Sabtu (18/7).

Hingga kini, Duo Wening Jepank telah menciptakan sekitar 35 lagu yang seluruhnya terinspirasi dari Kota Solo. Dalam penampilannya di SKF 2026, mereka akan membawakan sejumlah karya andalan, di antaranya Jiwanya Jawa, Daharan Solo, serta lagu legendaris Berseri karya mendiang Ki Anom Suroto yang diaransemen ulang dengan nuansa keroncong kekinian.

Lagu Berseri yang telah menjadi bagian dari perjalanan seni Kota Solo selama puluhan tahun akan tampil dengan kemasan baru tanpa menghilangkan karakter aslinya. Aransemen tersebut diperkaya dengan permainan sequencer, sentuhan rap, serta perpaduan berbagai genre musik modern.

Menurut Wening, inovasi tersebut bukan untuk mengubah jati diri keroncong, melainkan membuka ruang agar musik tradisional lebih mudah diterima oleh generasi baru.

“Kami ingin anak-anak muda bisa menikmati keroncong dalam suasana apa pun. Dengan sentuhan modern, kami berharap mereka semakin tertarik untuk mengenal dan melestarikan musik keroncong,” katanya.

Penampilan Duo Wening Jepank di Solo Keroncong Festival tahun ini juga akan semakin istimewa dengan kolaborasi bersama maestro biola Indonesia, Hendri Lamiri. Kehadiran musisi senior tersebut diyakini akan memberikan warna musikal yang semakin kaya dalam setiap lagu yang dibawakan.

Melalui penampilan itu, Duo Wening Jepank berharap Solo Keroncong Festival tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa keroncong mampu terus berkembang mengikuti zaman. Dengan kreativitas dan inovasi, mereka optimistis musik keroncong tetap memiliki tempat di hati masyarakat, sekaligus memperkuat citra Kota Solo sebagai salah satu pusat perkembangan budaya dan musik keroncong di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *