Kiaracondong Disiapkan Jadi Kawasan Hunian Terpadu, 1.000 Rusun Untuk MBR Dibangun

Bandung (BRS) – Pemerintah mulai mempersiapkan pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung. Hunian vertikal yang mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) itu akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) seluas sekitar 9.600 meter persegi.

Berbeda dengan proyek perumahan pada umumnya, pembangunan rusun ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaannya berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan pemerintah saat ini terus membuka berbagai alternatif pembiayaan agar pembangunan perumahan dapat berjalan lebih cepat.

“Kita punya konsep bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan empat cara. Satu dibiayai APBN, kedua Danantara, dan ketiga bisa dengan swasta melalui hibah atau bentuk lainnya yang legal,” ujar Maruarar usai meninjau lokasi pembangunan di Kiaracondong, Rabu (15/7/2026).

Menurut Maruarar, kerja sama dengan Astra menjadi salah satu contoh sinergi yang mampu mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat. Tahun ini, Astra menyiapkan pembangunan 2.000 unit rumah susun, masing-masing 1.000 unit di Jakarta dan 1.000 unit di Bandung, serta renovasi 1.000 rumah.

“Rumah susunnya bertipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan area servis. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah dan swasta,” katanya.

Ia menambahkan, proses pembangunan akan dimulai setelah seluruh tahapan administrasi, perizinan, serta konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai dilakukan.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan rusun merupakan bagian dari rencana besar pengembangan kawasan Kiaracondong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bandung.

Menurutnya, kawasan tersebut akan terintegrasi dengan Stasiun Kiaracondong, kawasan Laswi Heritage, hingga Stasiun Bandung. Selain itu, PT KAI juga akan mengembangkan pusat riset, pusat data, dan kawasan perkantoran di sekitar lokasi.

“Kita akan mengembangkan kawasan Kiaracondong ini menjadi salah satu pusat ekonomi Bandung. Semua akan terintegrasi sehingga kawasan ini memiliki nilai tambah yang besar,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan terdiri atas dua bidang dengan total luas sekitar 9.600 meter persegi. Meski kapasitas bangunan masih dalam tahap pembahasan teknis bersama Astra, target pembangunan di Kota Bandung tetap sebanyak 1.000 unit.

“Program untuk Bandung, seperti yang disampaikan Pak Menteri, tetap sebanyak 1.000 unit rumah susun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *