Bandung (BRS) – Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Selain mempermudah mobilitas antarwilayah, layanan kereta api juga dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui aktivitas wisata yang semakin berkembang.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 308.874 wisatawan mancanegara menggunakan layanan KA Jarak Jauh sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut tumbuh 2,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 301.219 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, meningkatnya jumlah wisatawan asing menunjukkan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi andalan untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Indonesia.
“Kereta api tidak hanya menghubungkan satu kota dengan kota lainnya, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang menjadi bagian dari liburan wisatawan. Mereka bisa menikmati panorama alam, kawasan perkotaan hingga kekayaan budaya Indonesia selama perjalanan,” kata Anne dalam siaran pers PT. KAI, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, tren tersebut terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah wisatawan mancanegara pengguna KA Jarak Jauh tercatat sebanyak 300.708 orang. Angka tersebut melonjak menjadi 580.995 pelanggan pada 2023, kemudian meningkat menjadi 669.226 pelanggan pada 2024, dan mencapai 694.123 pelanggan sepanjang 2025.
Pertumbuhan yang terus berlanjut itu memperlihatkan semakin kuatnya posisi kereta api sebagai bagian dari ekosistem pariwisata nasional. Kemudahan akses menuju berbagai kota tujuan membuat kereta menjadi pilihan yang praktis sekaligus nyaman bagi wisatawan asing.
Beberapa stasiun utama seperti Gambir (50.067 wisman), Yogyakarta (49.202 wisman), dan Bandung (28.078 wisman), masih menjadi titik keberangkatan favorit wisatawan mancanegara. Dari kota-kota tersebut, para pelancong melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi budaya, wisata alam, hingga pusat kuliner yang tersebar di Pulau Jawa.
Anne menuturkan, meningkatnya mobilitas wisatawan melalui kereta api juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan asing ikut mendorong pertumbuhan usaha perhotelan, restoran, transportasi lokal, jasa pemandu wisata, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan stasiun dan destinasi wisata.
Karena itu, KAI terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Berbagai upaya dilakukan mulai dari peningkatan kualitas sarana, menjaga kebersihan dan keselamatan perjalanan, meningkatkan ketepatan waktu, hingga mempermudah pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI.
KAI juga terus memperkuat integrasi layanan transportasi sehingga wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah dari titik keberangkatan hingga mencapai destinasi akhir.
Anne optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dan semakin luasnya konektivitas transportasi berbasis kereta api.
“Semakin banyak wisatawan mancanegara yang memilih kereta api, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah. KAI akan terus menghadirkan layanan terbaik agar setiap perjalanan menjadi pengalaman yang berkesan,” pungkasnya.













![[CES 2026] Area Care Companion](https://bandungradiostreaming.com/wp-content/uploads/2026/01/CES-2026-Area-Care-Companion-300x178.jpg)
