Bandung (BRS) – Keberadaan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) terus menjadi salah satu pilar penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Peran tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari BPR-BPRS Nasional yang digelar di Lapangan Tegalega, Kota Bandung beberapa waktu lalu.
Mengusung tema “Langkah BPR-BPRS untuk Negeri, Ekonomi Rakyat Maju”, kegiatan yang diikuti lebih dari 10.000 peserta itu menjadi ajang untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari jalan sehat, edukasi keuangan, layanan konsultasi, hingga bazar UMKM yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengatakan BPR dan BPRS memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh layanan keuangan formal.
“BPR dan BPRS memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat serta pelaku UMKM. Kehadiran mereka sangat penting dalam memperluas akses pembiayaan, mendorong inklusi keuangan, dan memperkuat ekonomi rakyat hingga ke tingkat daerah,” kata Darwisman dalam siaran pers OJK, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, akses keuangan yang mudah dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang kerja baru di lingkungannya.
Pada momentum tersebut, OJK Jawa Barat juga membuka layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan konsultasi keuangan bagi masyarakat. Layanan ini dimanfaatkan warga untuk memperoleh informasi terkait riwayat kredit, akses pembiayaan, hingga pengelolaan keuangan yang sehat dan sesuai ketentuan.
Darwisman menilai literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan akses layanan keuangan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga harus memahami manfaat, risiko, dan hak sebagai konsumen jasa keuangan.
“Peningkatan inklusi keuangan harus dibarengi dengan penguatan literasi keuangan. Masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan akan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat serta terhindar dari berbagai risiko keuangan ilegal,” katanya.
Peran BPR dan BPRS selama ini dinilai sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat kecil. Selain melayani sektor UMKM, lembaga keuangan tersebut juga menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi pelaku usaha di daerah yang membutuhkan akses modal secara cepat dan mudah.
Melalui peringatan Hari BPR-BPRS Nasional, OJK bersama industri perbankan daerah ingin menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif. Kolaborasi antara regulator, perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat yang lebih merata.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, BPR dan BPRS diyakini akan terus memainkan peran strategis sebagai jembatan akses keuangan bagi masyarakat dan UMKM, sekaligus menjadi penggerak penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Gambar: Ilustrasi AI














