Pangandaran (BRS) – Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pantai Pangandaran menjadi lokasi pelaksanaan Airsoft Sniper Challenge yang diikuti 130 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, Sabtu-Minggu, 6-7 Juni 2026 kemarin. Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism di Kabupaten Pangandaran.
Diketahui peserta yang mengikuti kompetisi tersebut berasal dari 23 klub airsoft gun dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, hingga dua peserta asal Belanda. Selain menjadi ajang kompetisi menembak, kegiatan itu juga menghadirkan latihan bersama komunitas airsoft dari berbagai daerah.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam keteranganya mengatakan, pemerintah daerah mendukung penyelenggaraan kegiatan komunitas berskala nasional karena mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan destinasi Pangandaran kepada peserta dari luar daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menghadirkan banyak peserta dari berbagai kota bahkan luar negeri. Kami berharap ke depan bisa menjadi agenda tahunan sehingga Pangandaran semakin dikenal,” ujar Citra saat membuka kegiatan.
Menurutnya, Pangandaran memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga dan komunitas karena didukung panorama alam serta destinasi wisata yang lengkap. Kehadiran peserta dari luar daerah juga diharapkan memberi dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha wisata dan perhotelan.
Pelaksana kegiatan, R. Angga Muhammad Mudzakir, mengatakan Airsoft Sniper Challenge baru pertama kali digelar di Pangandaran. Ia menyebut antusiasme peserta saat itu terlihat cukup tinggi karena lokasi perlombaan yang dinilai memiliki karakter alam dan mendukung konsep kompetisi sniper airsoft.
“Ada 130 peserta dari 23 klub. Mereka datang dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan ada juga peserta dari Nederland atau Belanda,” kata Angga.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi komunitas airsoft gun, tetapi juga bagian dari upaya mengenalkan Pangandaran sebagai destinasi sport tourism yang dapat menarik wisatawan berbasis komunitas.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Harapannya bisa menjadi agenda rutin tahunan di Pangandaran,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab Perbakin Pangandaran Asep Kemal Pasha menegaskan bahwa perlengkapan yang digunakan peserta merupakan jenis airsoft gun yang aman untuk kegiatan olahraga dan simulasi.
Kompetisi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Plh Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto dan Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan. Kehadiran berbagai komunitas dalam kegiatan ini menjadi sinyal meningkatnya potensi wisata minat khusus di Pangandaran yang tidak hanya bertumpu pada wisata pantai, tetapi juga event olahraga dan komunitas.
Gambar : Shutterstock









