Cordoba Lirik Radio sebagai Kekuatan Baru Dakwah dan Bisnis Media

Bandung (BRS) + Di tengah dominasi media digital dan media sosial, radio ternyata masih dianggap memiliki kekuatan besar untuk membangun komunitas dan memengaruhi publik. Hal itu ditegaskan Presiden Direktur Quran Cordoba, Kang Usman El-Qurtuby, yang menyebut radio kini kembali memiliki peluang menjadi kanal strategis bagi industri penerbitan.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam diskusi Cordoba bersama PRSSNI terkait peluang kolaborasi antara radio dan penerbit di era perubahan perilaku audiens yang semakin cepat.

Menurut Usman, radio tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Media siaran harus bertransformasi menjadi ruang komunitas yang adaptif, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan pasar, termasuk kebutuhan industri penerbitan.

“Radio hari ini harus menjadi komunitas yang bisa mengadaptasi kebutuhan penerbit seperti kami. Karena sekarang pendengar sudah berubah, generasi muda tidak tahan dengan informasi yang terlalu lama dan monoton,” kata Usman di Bandung, Senin (8/6/2026).

Ia menilai radio masih memiliki kekuatan yang sulit digantikan media lain, terutama dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Karena itu, Cordoba melihat radio bukan sekadar media promosi, tetapi juga mitra strategis untuk memperkuat branding sekaligus mendongkrak penjualan.

Usman mengungkapkan, selama ini media menjadi salah satu penopang penting bagi Cordoba dalam memperluas pasar. Namun di tengah persaingan digital, radio dinilai memiliki nilai tambah karena mampu membangun loyalitas komunitas pendengar.

“Bagi Cordoba, media itu penting untuk branding dan selling. Dan radio punya potensi besar untuk keduanya. Apalagi sekarang online menjadi pendorong luar biasa bagi penjualan,” ujarnya.

Tak hanya untuk kepentingan bisnis, Cordoba juga melihat radio sebagai medium dakwah yang efektif. Beragam konten edukasi yang dimiliki penerbit tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi program siaran yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kita bisa menggunakan radio sebagai media dakwah Al-Quran. Konten kesehatan, bisnis, sampai edukasi bisa dibuat talkshow atau program tematik yang bermanfaat,” katanya.

Usman bahkan menegaskan kolaborasi antara Cordoba dan PRSSNI harus segera diwujudkan melalui nota kesepahaman atau MoU agar radio memiliki peran lebih besar dalam ekosistem industri kreatif dan penerbitan.

“MoU itu wajib. Sudah saatnya Cordoba dan radio berkolaborasi lebih konkret. Kita ingin radio juga ikut maju bersama perkembangan zaman,” tegasnya.

Ia berharap radio tidak hanya bertahan di era digital, tetapi mampu kembali menjadi media utama masyarakat dengan pendekatan konten yang lebih segar, interaktif, dan relevan.

“PRSSNI dan radio harus semakin adaptif supaya masyarakat bisa kembali menikmati kejayaan radio, bukan hanya nostalgia masa lalu, tetapi juga untuk masa depan,” pungkas Usman.

 

Gambar: shopee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *