Stasiun Bogor Makin Padat, KAI Siapkan Peron Baru Untuk KRL 12 Kereta

Bogor (BRS) – Lonjakan penumpang Commuter Line di koridor Bogor memaksa PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat pengembangan kapasitas Stasiun Bogor. Tingginya aktivitas pengguna KRL dinilai sudah mendekati titik jenuh, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 agar mampu melayani operasional rangkaian KRL 12 kereta atau SF12 dengan kapasitas penumpang lebih besar.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan proyek pengembangan berjalan lebih cepat dibanding target awal. Menurut dia, percepatan dilakukan karena kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal terus meningkat setiap tahun.

“Percepatan pekerjaan ini menjadi langkah penting untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan di Bogor Line yang pertumbuhan pelanggannya sangat tinggi,” kata Bobby usai meninjau lokasi proyek, Senin (1/6/2026).

Data KAI menunjukkan volume pelanggan Bogor Line terus mengalami kenaikan signifikan. Pada 2025, jumlah pengguna mencapai lebih dari 155 juta pelanggan atau meningkat sekitar 51 persen dibandingkan 2022 yang berada di angka 102 juta pelanggan.

Lonjakan tersebut membuat aktivitas di Stasiun Bogor semakin padat. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang masuk melalui gate in mencapai 18,1 juta orang, sementara pengguna yang keluar melalui gate out mencapai lebih dari 18,17 juta pelanggan.

Tak hanya itu, intensitas perjalanan kereta juga sangat tinggi. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan yang dilayani di Stasiun Bogor.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan mayoritas pengguna Bogor Line merupakan pekerja dan pelajar yang sangat bergantung pada layanan KRL setiap hari.

“Sebanyak 91 persen pelanggan berada pada usia produktif dan sebagian besar perjalanan dilakukan untuk bekerja maupun bersekolah. Ini menunjukkan peran penting transportasi rel dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Selain menambah kapasitas KRL, pengembangan Stasiun Bogor juga diarahkan untuk memperkuat integrasi transportasi menuju wilayah selatan Jawa Barat. KAI kini mengoptimalkan konektivitas dengan Stasiun Bogor Paledang yang melayani KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi.

Peningkatan konektivitas itu berdampak pada pertumbuhan jumlah pengguna KA Pangrango. Pada 2025, jumlah pelanggan mencapai lebih dari 1,1 juta orang, naik dibandingkan 2024 yang berada di angka 874 ribu pelanggan.

Selama proses pembangunan berlangsung, KAI tetap melakukan pengaturan arus penumpang agar aktivitas di stasiun tetap berjalan lancar. Rekayasa akses dilakukan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang serta optimalisasi Hall Timur dan Hall Taman Topi.

“Kami ingin menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat, terutama di koridor dengan volume pelanggan terbesar seperti Bogor Line,” pungkas Anne.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *