Bogor (BRS) – Penguatan kepemimpinan dan integrasi ekosistem industri strategis menjadi sebuah kesepakatan bersama bagi seluruh entitas DEFEND ID, termasuk PT Len Industri (Persero), melalui konsolidasi strategis sebagai percepatan kemandirian industri pertahanan dalam menghadapi dinamika geopolitik global sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional. Langkah tersebut turut diwujudkan PT Len Industri saat penyelenggaraan Rapat Kerja dan Leadership Development Program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, pada 22–24 April 2026.
Dalam keterangannya, Direktur Utama Len, Prof. Joga Dharma Setiawan, mengatakan bahwa transformasi industri pertahanan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di setiap lini organisasi.

“Industri pertahanan tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang kesiapan manusia yang memimpin di dalamnya. Kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan strategis menjadi kunci dalam memastikan industri ini tumbuh mandiri dan berdaya saing global,” ucapnya dalam keterangan tersebut, Jumat (24/4/2026).
Sebagai holding integrator dalam DEFEND ID, Len memandang penguatan kepemimpinan sebagai fondasi utama untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.
Dukungan pemerintah terhadap arah tersebut turut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, yang menilai industri pertahanan sebagai kekuatan strategis nasional.
“Industri pertahanan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah kekuatan strategis nasional yang harus dipimpin secara terintegrasi dan diarahkan untuk menjaga kedaulatan sekaligus menjadi penggerak ekonomi. Tanpa itu, kita akan terus bergantung pada pihak lain,” tegasnya.
Selain itu, Menhan juga menempatkan DEFEND ID sebagai titik awal sekaligus garda terdepan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
“DEFEND ID harus menjadi starting point dalam membangun kemandirian,” ucap Menhan.
Sejalan dengan itu, Len memandang momentum ini sebagai fase penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor antara industri, pemerintah, dan TNI dalam membangun ekosistem pertahanan yang terintegrasi dan responsif terhadap perubahan global.
Selain sebagai forum penyelarasan strategi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembentukan kepemimpinan masa depan melalui penguatan kapasitas pengambilan keputusan, integritas, serta kemampuan membaca dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Melalui langkah ini, Len menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat peran sebagai integrator industri pertahanan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari penggerak ekonomi berbasis teknologi tinggi yang berkontribusi pada kedaulatan dan masa depan Indonesia.














