Bandung (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menghadirkan terobosan baru di sektor transportasi dengan meluncurkan KA Sangkuriang rute langsung Bandung–Ketapang, Banyuwangi. Berbeda dari layanan sebelumnya, kereta ini menawarkan perjalanan lintas Jawa tanpa transit, yang dinilai akan mendorong sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
KA Sangkuriang dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Mei 2026 dan menjadi salah satu layanan jarak jauh yang menghubungkan wilayah barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Jalur ini membuka peluang baru bagi wisatawan dari Jawa Barat untuk menjangkau destinasi unggulan di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Banyuwangi secara lebih praktis.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa layanan ini tidak hanya soal transportasi, tetapi juga strategi memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah.
“KA Sangkuriang kami hadirkan bukan sekadar menambah pilihan perjalanan, tetapi menjadi penghubung ekonomi dan pariwisata antarwilayah. Kami melihat potensi besar dari mobilitas langsung tanpa transit ini,” ucap Kuswardojo dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Dari sisi layanan, KA Sangkuriang membawa kapasitas 456 tempat duduk yang terbagi dalam kelas eksekutif, ekonomi, dan compartement class. Kehadiran compartement class menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang yang menginginkan privasi dan kenyamanan lebih dalam perjalanan jarak jauh.
Tak hanya itu, perjalanan tanpa perlu berganti kereta dinilai mampu memangkas waktu dan mengurangi kerepotan penumpang. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan dan pelaku bisnis yang membutuhkan efisiensi perjalanan.
KAI juga menilai kehadiran rute ini akan memberi efek domino bagi daerah yang dilalui. Akses transportasi yang semakin mudah diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisata, memperlancar distribusi orang dan barang, serta menggerakkan ekonomi lokal.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap daerah-daerah yang dilalui KA Sangkuriang bisa merasakan dampak positif, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi,” tambah Kuswardojo.
Selain aspek konektivitas, KAI juga menekankan pentingnya transportasi ramah lingkungan. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi massal dengan emisi yang relatif lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi atau pesawat untuk rute tertentu.
Masyarakat dapat mulai memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website resmi, maupun mitra penjualan lainnya. Antusiasme terhadap rute baru ini diperkirakan tinggi, terutama menjelang musim liburan.
Dengan konsep perjalanan langsung lintas Jawa, KA Sangkuriang bukan hanya sekadar layanan baru, tetapi juga menjadi simbol integrasi mobilitas yang lebih efisien dan berdampak bagi pertumbuhan wilayah.














