Industri Otomotif Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Domestik

Foto : Ilustrasi (dok. shutterstock)

 

Jakarta (BRS) – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memastikan industri otomotif nasional memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri, khususnya segmen pick-up.

Saat ini, GAIKINDO beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi kendaraan roda empat mencapai 2,5 juta unit per tahun.

Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, antara lain PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, serta PT Astra Daihatsu Motor.

Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari anggota GAIKINDO mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Namun kapasitas tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Mayoritas kendaraan komersial yang diproduksi merupakan tipe penggerak 4×2 dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) relatif tinggi, yakni di atas 40 persen.

Produk-produk tersebut dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke berbagai wilayah, didukung jaringan layanan purna jual dan bengkel yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Sementara itu, kendaraan komersial berpenggerak 4×4 juga berpotensi diproduksi di dalam negeri, meski membutuhkan waktu persiapan produksi tambahan. Industri otomotif nasional sendiri menjadi sektor padat karya dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 1,5 juta orang di seluruh ekosistemnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan kendaraan bermotor domestik masih mengalami tekanan dan bertahan di bawah 1 juta unit per tahun. Di sisi lain, kinerja ekspor menunjukkan tren positif, dengan pengiriman kendaraan dari Indonesia ke 93 negara mencapai lebih dari 518.000 unit.

Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menegaskan keyakinan bahwa industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurutnya, perusahaan anggota GAIKINDO bersama industri pendukung, termasuk produsen komponen yang tergabung dalam GIAMM, memiliki kapasitas produksi yang cukup.

“Kapasitas produksi sebenarnya tersedia, namun diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan spesifikasi kendaraan dapat terpenuhi,” ujar Putu Juli dalam keterangannya pekan lalu.

Ia menambahkan, apabila diberikan kesempatan dan waktu yang cukup, industri otomotif nasional diharapkan dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan kendaraan komersial tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas produksi domestik sekaligus mengantisipasi potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed