Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren pertumbuhan konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak awal beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, LRT Jabodebek telah melayani 57.149.924 pelanggan, menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama transportasi rel perkotaan di wilayah Jabodetabek.
Pertumbuhan signifikan tercermin pada capaian Januari 2026 dengan total 2.714.594 pelanggan. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 2.146.859 pelanggan dan Januari 2024 sebesar 1.200.399 pelanggan. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk mendukung aktivitas kerja dan ekonomi perkotaan.
Secara tahunan, tren positif juga terlihat jelas. Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan ini sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, dan kawasan jasa yang membutuhkan sistem transportasi publik yang terjadwal, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dari sisi distribusi penumpang, sejumlah stasiun mencatat pergerakan tinggi dan mencerminkan pola mobilitas kawasan. Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul pergerakan tertinggi dengan 17.548.139 gate in dan gate out, memperkuat perannya sebagai pusat integrasi antarmoda di kawasan bisnis utama.
Stasiun Harjamukti melayani 13.281.814 gate in dan gate out, menegaskan fungsinya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang di wilayah timur Jabodetabek. Sementara itu, Stasiun Kuningan mencatat 10.274.649 gate in dan gate out, seiring karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa.
Stasiun Cikoko melayani 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, sedangkan Stasiun Pancoran dengan 7.347.741 gate in dan gate out memperkuat konektivitas antara kawasan hunian dan pusat aktivitas.
Kinerja tersebut selaras dengan dinamika mobilitas penduduk perkotaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan peningkatan perjalanan harian penduduk usia produktif, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi. Dalam konteks ini, transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan efisiensi perjalanan sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini bagi masyarakat dan pembangunan kota.
“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Anne, Senin (9/2/2026).
Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan terus memperkuat perannya seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan peningkatan integrasi antarmoda. Dengan tren pertumbuhan yang terjaga sejak awal operasi, LRT Jabodebek menjadi bagian penting dari transformasi transportasi publik nasional menuju sistem mobilitas yang lebih terhubung, adaptif, dan berkelanjutan.













