Jakarta (BRS) – Mudik Lebaran Lebih Rata, KAI Dorong Berangkat Lebih Awal Lewat Stasiun Terintegrasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan strategi khusus untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026 dengan mengoptimalkan stasiun-stasiun terintegrasi dan mendorong masyarakat memanfaatkan jadwal perjalanan lebih awal. Langkah ini diambil seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan kereta api menjelang Hari Raya.
Hingga Kamis, 6 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, KAI mencatat penjualan tiket kereta api reguler untuk periode Angkutan Lebaran 11–23 Maret 2026 telah mencapai 568.307 tiket. Meski demikian, pola pemesanan masih menunjukkan penumpukan pada tanggal-tanggal favorit mendekati Lebaran.
Data KAI menunjukkan, pemesanan pada 11 Maret 2026 baru mencapai 13.049 tiket, disusul 12 Maret sebanyak 29.576 tiket dan 16 Maret sebanyak 34.766 tiket. Angka ini masih jauh di bawah tingkat pemesanan pada 18 Maret yang mencapai 59.773 tiket dan 19 Maret sebanyak 62.095 tiket.
Kondisi tersebut menjadi dasar KAI untuk mengarahkan masyarakat agar mempertimbangkan perjalanan lebih awal, sekaligus memanfaatkan kemudahan akses ke stasiun-stasiun yang kini terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi lanjutan.
Di wilayah Jabodetabek, pemudik tidak lagi harus berangkat dari stasiun utama di pusat kota. Stasiun seperti Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara telah terintegrasi dengan KRL Commuter Line, memungkinkan penumpang dari wilayah penyangga langsung mengakses kereta jarak jauh. Skema ini dinilai efektif mengurangi kepadatan di stasiun besar sekaligus memperluas pilihan titik keberangkatan.
Sementara itu, Stasiun Gambir dan Pasar Senen tetap menjadi simpul utama yang terhubung dengan TransJakarta, angkutan lanjutan, serta layanan taksi dan kendaraan sewa. Integrasi tersebut memastikan mobilitas penumpang tetap lancar dari stasiun hingga tujuan akhir.
Peran hub multimoda juga diperkuat di kawasan Manggarai, BNI City, dan Dukuh Atas yang menghubungkan KRL, kereta bandara, LRT Jabodebek, hingga TransJakarta. Pola integrasi serupa diterapkan di berbagai kota besar lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya untuk mendukung perjalanan end-to-end selama masa mudik.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, integrasi antarmoda memberi fleksibilitas lebih besar bagi masyarakat dalam menyusun rencana perjalanan Lebaran.
“Dengan banyaknya pilihan stasiun dan moda lanjutan, pemudik bisa mengatur perjalanan lebih fleksibel dan nyaman, termasuk memilih tanggal keberangkatan yang tidak padat,” ujar Anne, Jumat (6/2/2026).
Selain penguatan integrasi, KAI juga menerapkan skema penjualan tiket bertahap H-45, memastikan kesiapan sarana, serta menjaga transparansi sistem ticketing agar Angkutan Lebaran berjalan aman dan tertib.
KAI mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, atau mitra resmi lainnya. Perencanaan perjalanan sejak dini dan pemanfaatan jadwal awal diharapkan dapat membuat perjalanan mudik Lebaran 2026 lebih lancar dan nyaman bagi semua pihak.








