Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan Kereta Suite Class Compartment sepanjang tahun 2025. Sebanyak 42.118 pelanggan tercatat menggunakan layanan premium ini, meningkat 47,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 28.496 pelanggan.
Peningkatan tersebut menandai pergeseran preferensi masyarakat terhadap moda transportasi jarak jauh yang tidak hanya mengutamakan fungsi mobilitas, tetapi juga kualitas pengalaman perjalanan, privasi, dan kenyamanan.
Tren ini sekaligus memperkuat peran kereta api dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pariwisata berkualitas, pemerataan ekonomi antarwilayah, dan transportasi berkelanjutan, sejalan dengan arah Asta Cita dan agenda pembangunan nasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan pengguna Suite Class Compartment mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat dalam berwisata.
“Kereta api kini bukan sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Suite Class Compartment dirancang untuk menghadirkan perjalanan yang personal, tenang, dan berkelas. Ketika perjalanan terasa nyaman dan berkesan, minat berwisata meningkat dan dampak ekonominya mengalir ke daerah tujuan,” kata Anne dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Secara bulanan, puncak jumlah pelanggan terjadi pada Juli 2025 dengan 5.157 pelanggan, disusul Desember 2025 sebanyak 4.906 pelanggan. Lonjakan tersebut sejalan dengan periode libur sekolah dan akhir tahun, yang ditandai meningkatnya perjalanan keluarga serta wisatawan premium menuju berbagai kota tujuan.
Pertumbuhan layanan ini turut mendorong aktivitas ekonomi di sekitar stasiun dan destinasi wisata. Konektivitas yang nyaman memperkuat arus kunjungan wisata, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga UMKM lokal. Durasi perjalanan jarak jauh yang lebih panjang juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama, sehingga belanja wisata meningkat dan manfaat ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat daerah.
“Peran kereta api sangat strategis sebagai penghubung antarwilayah. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi menyebar ke daerah-daerah tujuan wisata dan kota persinggahan,” tambah Anne.
Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), penguatan layanan kereta api premium ini turut mendukung pariwisata berkelanjutan. Kereta api merupakan moda transportasi massal dengan jejak emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi maupun pesawat untuk jarak menengah.
Peningkatan minat masyarakat menggunakan kereta api berkontribusi pada pengurangan emisi sekaligus menjaga kualitas lingkungan di destinasi wisata.
Pada aspek sosial, layanan berkualitas ini membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM di sekitar stasiun dan kawasan wisata. Perputaran ekonomi yang tercipta memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Sementara dari sisi tata kelola, KAI memastikan setiap pengembangan layanan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, standar pelayanan, dan transparansi operasional, serta melalui perencanaan yang terukur dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Kereta Suite Class Compartment pertama kali diresmikan pada 10 Oktober 2023 di Stasiun Gambir. Dalam satu rangkaian, layanan ini menghadirkan 16 ruang privat dengan pintu geser otomatis, kursi rebah hingga 180 derajat, fitur pijat dan penghangat kursi, Train Onboard Infotainment System, serta layanan makanan lengkap. Fasilitas tersebut menjawab tren wisata berbasis pengalaman yang kian diminati masyarakat.
Saat ini, layanan Suite Class Compartment dioperasikan pada KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP), KA Argo Semeru relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP), dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi (PP).
Ke depan, KAI terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung transportasi nasional dalam mendukung pariwisata berkualitas, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.









