Jakarta (BRS) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif layanan penumpang di Stasiun Ketapang selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sepanjang periode tersebut, Stasiun Ketapang melayani 25.605 pelanggan naik atau tumbuh 11 persen serta 28.041 pelanggan turun, meningkat 10 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, capaian tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Ketapang sebagai simpul utama mobilitas masyarakat dan wisatawan di wilayah Banyuwangi. Stabilnya arus penumpang selama libur akhir tahun menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjadwal.
Selama Nataru 2025/2026, Stasiun Ketapang tercatat sebagai stasiun dengan volume penumpang tertinggi ketiga di wilayah Daerah Operasi 9 Jember. Stasiun Jember mencatat 67.743 pelanggan naik dan 63.765 pelanggan turun, disusul Stasiun Banyuwangi dengan 31.029 pelanggan naik dan 31.715 pelanggan turun. Posisi Ketapang dalam jajaran tersebut mencerminkan distribusi mobilitas yang merata di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Secara akumulatif, Daop 9 Jember melayani 207.980 pelanggan naik atau tumbuh 11 persen dibandingkan Nataru sebelumnya yang mencapai 187.888 pelanggan. Jumlah pelanggan turun tercatat 208.965 orang, meningkat dari 187.837 pelanggan. Tren ini sejalan dengan kinerja nasional KAI yang melayani 4.179.095 pelanggan selama Nataru 2025/2026, tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode 2024/2025.
Dari sisi layanan, Stasiun Ketapang dilayani sejumlah kereta api jarak jauh dengan tingkat keterisian yang terjaga. Pada relasi Malang–Jember–Ketapang, KA Ijen Ekspres melayani 1.629 pelanggan kelas eksekutif dan 4.956 pelanggan kelas ekonomi, sementara KA Tawang Alun melayani 10.004 pelanggan kelas ekonomi dengan tingkat okupansi mencapai 105 persen.
Pada relasi Surabaya–Jember–Ketapang, KA Mutiara Timur dari Surabaya Pasarturi melayani 3.630 pelanggan kelas eksekutif dan 5.220 pelanggan kelas ekonomi dengan okupansi masing-masing 101 persen. KA Probowangi dari Surabaya Gubeng melayani 11.954 pelanggan kelas ekonomi dengan tingkat okupansi 104 persen. Adapun KA Mutiara Timur keberangkatan malam dari Surabaya Gubeng melayani 4.280 pelanggan, menunjukkan fleksibilitas waktu perjalanan yang dimanfaatkan masyarakat selama masa libur.
Selain layanan jarak jauh, Stasiun Ketapang juga melayani KA lokal Pandanwangi relasi Jember–Ketapang pulang-pergi yang mendukung mobilitas harian masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Untuk perjalanan lintas provinsi, KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Ketapang tetap menjadi pilihan utama yang menghubungkan Yogyakarta dan Banyuwangi.
Anne menambahkan, tingginya pergerakan penumpang di Stasiun Ketapang tidak terlepas dari daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan. Dari stasiun ini, wisatawan melanjutkan perjalanan menuju kawasan pesisir dan bahari seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater, serta pusat kota dengan kekayaan kuliner khas Banyuwangi. Kereta api pun menjadi bagian penting dari rantai perjalanan wisata yang terhubung dan berkelanjutan.
“Konektivitas hingga Stasiun Ketapang mendukung kelancaran mobilitas, pariwisata, dan ekonomi daerah. KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan liburan yang nyaman, aman, dan terintegrasi,” kata Anne, dikutip dari siaran pers KAI, Kamis (8/1/2026).
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI terus mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi Access by KAI yang memudahkan perencanaan perjalanan, pembelian tiket, pemantauan jadwal secara real time, serta akses informasi layanan, sehingga perjalanan selama Nataru dapat dikelola secara praktis dan efisien.














