Bandung (BRS) – Kota Bandung menunjukkan sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata seiring meningkatnya arus kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir. Tren positif ini dinilai menjadi faktor penting yang menopang stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, performa pariwisata mulai bergerak naik setelah sebelumnya tertekan oleh sejumlah faktor sepanjang tahun lalu. Peningkatan aktivitas wisata terlihat semakin nyata sejak akhir tahun hingga awal 2026.
Menurut Farhan, sektor pariwisata sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran di awal tahun, disusul penurunan kunjungan saat Ramadan dan Idulfitri. Kondisi tersebut diperberat oleh gangguan keamanan pada akhir Agustus yang berimbas pada menurunnya kunjungan wisatawan di bulan September.
Meski demikian, Farhan menegaskan tren tersebut berbalik dalam tiga bulan terakhir. “Dalam tiga bulan terakhir terlihat adanya kebangkitan pariwisata,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa.
Walaupun data resmi jumlah wisatawan masih dalam tahap finalisasi, peningkatan kunjungan tercermin dari naiknya okupansi hotel, menggeliatnya aktivitas ekonomi, serta maraknya penyelenggaraan berbagai agenda dan event di Kota Bandung.
Dampak positif sektor pariwisata juga tercermin pada kinerja ekonomi makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tercatat sebesar 4,99 persen pada triwulan I, meningkat menjadi 5,43 persen pada triwulan II, dan berada di angka 5,26 persen pada triwulan III.
Farhan berharap tren peningkatan wisatawan dan aktivitas pariwisata dapat terus dijaga agar rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan Kota Bandung tetap stabil di atas 5 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi ke depan.
Ke depan, Pemerintah Kota Bandung akan terus mendorong sektor pariwisata, budaya, olahraga, serta penyelenggaraan event kreatif sebagai motor utama penggerak ekonomi, sekaligus menjaga daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan.














