Dedi Mulyadi Pastikan Iklim Investasi Jabar Kondusif, Premanisme Jadi Fokus Penertiban

Bandung (BRS) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang aman dan nyaman di wilayahnya. Ia menilai, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, dan keamanan bagi investor merupakan kunci agar Jabar terus menjadi tujuan utama penanaman modal di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Dedi menanggapi laporan Kementerian Investasi yang mencatat Jawa Barat kembali menempati posisi tertinggi realisasi investasi nasional pada triwulan III tahun 2025, dengan nilai mencapai Rp77,1 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pelaku usaha yang telah menjaga kepercayaan investor melalui sinergi kebijakan yang berpihak pada dunia usaha.

Namun, Dedi mengingatkan masih ada pekerjaan rumah penting yang harus diselesaikan, yakni praktik premanisme yang kerap mengganggu kenyamanan dunia industri.

“Premanisme ini yang bisa merusak iklim investasi. Pemerintah harus hadir memberikan rasa aman,” ujarnya.

Untuk itu, Dedi menginstruksikan seluruh Dinas Tenaga Kerja di kabupaten dan kota membuka layanan aduan cepat bagi perusahaan. Langkah ini diharapkan menjadi sistem responsif yang mampu menampung dan menindaklanjuti laporan pelaku usaha terkait gangguan keamanan atau permasalahan ketenagakerjaan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh sekadar berperan sebagai pemungut pajak, tetapi juga harus hadir memberikan solusi dan perlindungan bagi dunia usaha.

“Kalau mau investasi tumbuh, pemerintah harus ramah dan responsif. Perizinan cepat, infrastruktur kuat, dan keamanan terjamin,” kata Dedi Mulyadi.

Dengan pendekatan tersebut, Dedi optimistis Jawa Barat akan terus menjadi provinsi tujuan utama investor, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *