Bandung (BRS) – Pemda Provinsi Jawa Barat mengajak civitas academica untuk berpartisipasi dalam menangani masalah sampah di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menantang Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memberikan inovasi dalam bidang persampahan, salah satunya mengolah sampah menjadi energi terbarukan.
Dalam acara Indonesia Green Connect 2025 di Aula Timur Kampus ITB awal Agustus lalu, Gubernur Dedi Mulyadi meminta ITB untuk mengolah sampah di kelurahan sekitar kampus.
“Saya tantang ITB bikin sistem pengelolaan energi dari sampah di kelurahan sekitar kampus. Biayanya akan kami tanggung,” ucap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga memberikan contoh keberhasilan pengolahan sampah di daerah tempat tinggalnya. Kotoran hewan diolah menjadi biogas sehingga tak ada lagi warga yang menggunakan liquefied petroleum gas (LPG). Ia berharap ITB dapat mengikuti contoh ini dan menjadi pelopor dalam pengolahan sampah di Jawa Barat.
Selain ITB, ajakan serupa diserukan kepada perguruan tinggi swasta. Di mana Sekda Jabar Herman Suryatman menuturkan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan, termasuk dalam memecahkan masalah sampah.
“Oleh karena itu, perguruan tinggi swasta diharapkan berperan aktif membantu pemerintah mengatasi masalah sampah,” kata Herman.
Herman Suryatman juga menyebutkan bahwa setiap hari, volume sampah di Jawa Barat mencapai 29.000 ton. Pemdaprov Jabar saat ini mengupayakan pengolahan sampah dari hulu ke hilir. Dengan kerja sama antara pemerintah dan kampus, diharapkan masalah sampah di Jawa Barat dapat diatasi secara efektif.
Melalui kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa dapat membantu masyarakat setempat mengolah sampah. Dengan demikian, Pemdaprov Jabar berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara baik dan benar.













