Bandung (BRS) – Pertengahan tahun 2023 ini di Jawa Barat (Jabar) akan ada lomba lari santai. Dulu juga sudah pernah dilaksanakan, dan sepertinya menjadi semakin sering diadakan lomba-lomba semacam ini.
Saat pandemi saja, lomba-lomba atau olahraga seperti ini semakin sering diadakan walau dengan konsep daring. Tapi intinya, olahraga lari ini semakin membudaya karena tidak bisa lepas dari gaya hidup.
Boleh jadi, beragam kegiatan atau olahraga lari yang diinisiasi dari komunitas kecil hingga yang berskala besar hampir setiap minggu selalu diadakan dengan berbagai alasan atau tema.
Lantas mengapa lari menjadi populer? Dulu, era tahun 60 an dan 70an, olahraga lari atau yang semacamnya, disebut joging. Dan ini hanya ada kalangan-kalangan tertentu, walau pada akhirnya disebut juga sebagai olahraga yang murah meriah, karena bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat.
Olahraga lari memang dapat dilakukan di mana saja, oleh siapa saja, dan kapan saja. Olahraga lari juga memiliki risiko cedera yang rendah.
Kita dapat mengajak siapapun juga untuk berlari, dan kita juga bebas menentukan kapan waktu akan berlari, apakah awal pekan, akhir pekan, pagi hari, atau bahkan malam hari.
Nah kini, olahraga itu menjadi sebuah prestise, sebuah gengsi, bahkan sampai menjadi program pemerintah untuk meningkatkan potensi pariwisata.
Sebut saja para wisatawan domestik maupun mancanegara yang ikut lombanya. Mereka sama-sama ingin mengeksplor tempat-tempat baru sebanyak mungkin.
Tidak hanya bagi wisatawan, kesempatan baru ini juga menjadi sasaran banyak pemodal yang melihat adanya pasar strategis baru.
Pertanyaannya berikutnya, seberapa siap daerah-daerah tujuan wisata dalam menyambut euforia ini? Sayangnya, banyak daerah di Indonesia atau di Jawa Barat sendiri yang belum sempurna dalam mengelola aset wisatanya. Untuk itulah dibuatlah se-megah dan se-meriah mungkin olahraga semacam ini.
Diyakini, jika dikelola dengan baik dan serius, olahraga ini akan sangat menguntungkan. Ekonomi wisata bisa naik, bahkan secara umum wilayah kita akan dikenal oleh seantero jagat. Mereka yang ikut olahraga lari pun motivasinya sangat beragam.
Tidak harus juara, tapi menjalani kesenangan atau hobi sudah sangat cukup. Kini tinggal kitanya saja, mau dikelola dengan serius atau cuma sebatas seremonial saja??









