Bandung (BRS) – Selama satu tahun ke depan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Provinsi Jawa Barat menjalankan program Patriot Desa yang merupakan bagian dari program One Village One Company (OVOC). Program ini akan menghadirkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis potensi desa. Patriot Desa Jawa Barat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial budaya, pengembangan partisipasi, dan keswadayaan masyarakat. .
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menutup program pelatihan Patriot Desa di gedung Sate, Kamis (28/11) mengatakan, para patriot ini sudah dibekali beragam skill untuk memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi desa. .
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, selain OVOC termasuk Patriot Desa di dalamnya, Pemprov Jabar masih memiliki program untuk desa seperti Desa Digital dan pemberian berbagai fasilitas agar masyarakat desa-desa di Jabar semakin berkembang, baik dari segi perekonomian maupun kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI), Kamis (28/11) mengatakan para Patriot Desa ini akan di tempatkan di 50 desa di Jawa Barat. Mereka Sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan sejak 15 Oktober hingga 28 November 2019 (45 hari).
Dedi menambahkan, sebanyak 110 pemuda Jawa Barat sudah menjalani pelatihan program Patriot Desa yang bertempat di Lapangan Panaruban, Subang. Para peserta program nantinya akan menjadi fasilitator lapangan di desa-desa yang belum memiliki BUMDes aktif.








