Sumedang (BRS) – Pekerjaan Top Heading Excavation atau penggalian saluran air di Headrace Tunnel PLTA Jatigede 2×55 MW sepanjang 2.218,73 m telah tembus sesuai target. Dengan tembusnya saluran ini, maka secara keseluruhan proyek pembangunan PLTA Jatigede 2×55 MW saat ini telah mencapai progres sebesar 70%.
PT PLN (Persero) UIP JBT I dan UPP Kit JBT 2 sebagai Unit Pelaksana Proyek PLTA Jatigede, hari ini Selasa (22/10) menggelar kegiatan PLTA Jatigede Headrace Tunnel Breakthrough di lokasi proyek PLTA Jatigede di Kecamatan Jatigede, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Pekerjaan penggalian Headrace Tunnel ini dilakukan melalui 2 arah, yaitu melalui Adit Tunnel No.2 dan Adit Tunnel No.3.
Tembusnya terowongan headrace tunnel setelah melalui proses konstruksi selama 2,5 tahun menjadi salah satu bukti keseriusan PLN dalam menyediakan tenaga listrik khususnya di Jawa Barat. Sinergi dinamis antara kontraktor, konsultan dan PLN sebagai pemilik proyek menjadi elemen penting dalam penyelesaian tiap tahap pekerjaan.
_It’s not the end, it’s just the beginning_
Executive Vice President Kontruksi PT PLN (Persero) Regional Jawa Bagian Tengah Dadi Murihno mengatakan bahwa Breakthrough Headrace Tunnel ini adalah sebuah pencapaian yang ditunggu-tungu. “Tembusnya terowongan ini menjadi tonggak keberhasilan sebuah pembangunan PLTA Jatigede yang merupakan produk pertama PLN UIP JBT I. Semoga pencapaian ini dapat mendorong semangat PLN UIP JBT I untuk menyelesaikan proyek-proyek lainnya”, ujarnya.
Selain Dadi, turut hadir dalam acara tersebut yaitu General Manager PLN UIP JBT I – Octavianus Duha, Jajaran Senior Manager PLN UIP JBT I, Manager Proyek PLN UPP Kit JBT 1, 2, dan 4, PLN Enjiniring selaku konsultan, PLN Pusmanpro, dan Sinohydro – PP Consortium selaku kontraktor utama.
_Sekilas Headrace Tunnel_
Headrace Tunnel PLTA Jatigede berfungsi sebagai terowongan yang menghubungkan reservoir penampung air dengan penstock yang juga terhubung dengan power station.
Cara kerjanya yaitu ketika water intake gate dibuka, maka debit air dari bendungan jatigede akan masuk ke dalam headrace tunnel dan mengalir menuju penstock sebelum akhirnya memutar turbin di power station. Ketika power station bekerja maka disitulah energi listrik dihasilkan.
Posisi Headrace Tunnel PLTA Jatigede dibangun berbatasan langsung dengan water intake gate bendungan dan vertical pennstock. Setelah ini akan dilakukan “plugging and grouting” pada adit tunnel 3 dan pembuatan gate serta grouting pada adit tunnel 2. Diperkirakan pekerjaan headrace tunnel ini akan selesai 100% pada bulan Agustus 2020.
Breakthrough Headrace Tunnel ini diharapkan dapat menambah suntikan semangat bagi tiap stakeholder dalam mengejar target penyelesaian Proyek PLTA Jatigede 2×55 MW di tahun 2020.
“Harapan besar kita semua pada pembangkit yang memanfaatkan energi baru terbarukan ini untuk dapat menjadi pembangkit listrik kebanggan masyarakat sumedang dan mendukung target pemerintah mencapai rasio elektrifikasi 100% di tahun 2020”, imbuh Dadi.
Selain seremoni breakthrough, Pada kesempatan ini PLN UIP JBT I juga memberikan bantuan CSR secara simbolis kepada masyarakat yang tinggal di sekitar proyek PLTA Jatigede diantaranya Bantuan Sarana Air Bersih Blok Margahayu Desa Kadujaya, Pembangunan Embung Desa Karedok, Bantuan Perbaikan Sarana TK Melati Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede dan Bantuan Saluran Irigasi Blok Arja Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, Kab. Sumedang dengan nilai total bantuan sebesar Rp 358 juta. Selain CSR, bantuan Beasiswa dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP JBT I juga turut diberikan untuk 20 orang pelajar kurang mampu dari SMP di Jatigede.












