Peringati Hari Bakti TNI AU Ke-72, Smile Train Gelar Edukasi dan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit

Nagrek – Smile Train, sebuah organisasi nirlaba terbesar di dunia, yang memberikan operasi perbaikan celah bibir dan langit, hari ini mengadakan kegiatan edukasi kepada 200 anak sekolah di Nagrek, Kab. Bandung, Jawa Barat untuk menginformasikan mengenai bibir sumbing dan celah langit serta perawatan celah komprehensif yang merupakan fokus Smile Train. Hadir pada acara tersebut Deasy Larasati, Program Director & Country Manager Smile Train Indonesia, dan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 yang merupakan relawan Smile Train.

Program edukasi kepada anak-anak sekolah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Hari Bakti TNI AU yang ke-72, yang bertujuan untuk memperkenalkan Smile Train sebagai organisasi yang dapat membantu penderita bibir sumbing dan celah langit untuk mendapat perawatan yang komprehensif. Selain itu, Smile Train juga bekerjasama menggelar operasi gratis bibir sumbing dan celah langit pada Jumat-Sabtu, 19-20 Juli 2019u ntuk 25 pasien di RSUD Cicalengka.

Sejak tahun 2002, tercatat sebanyak 14.805 operasi gratis bagi penderita bibir sumbing dan celah langit telah dilakukan oleh Smile Train di wilayah Jawa Barat. Bibir sumbing atau celah langit merupakan sebuah kondisi dimana terdapat celah diantara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan lelangit pada masa perkembangan janin. Anak dengan celah langit/bibir tidak bisa makan dan berbicara dengan benar, serta seringkali tidak bersekolah atau melakukan aktivitas seperti pada umumnya. Pada kebanyakan bayi yang melalui serangkaian operasi, dapat mengembalikan fungsi anggota tubuh dan mampu mencapai tampilan dengan bekas luka minimal.

“Banyak sekali masyarakat yang belum mendapatkan informasi dan pemahaman yang benar mengenai kondisi ini. Padahal, bibir sumbing dan celah langit dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Smile Train sebagai lembaga amal yang fokus menyediakan 100% operasi gratis perbaikan celah bibir/langit, menggunakan pendekatan berkelanjutan dan komprehensif untuk merawat pasien. Karenanya, dengan menggelar edukasi kepada publik khususnya generasi muda, kami ingin lebih banyak menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan kami,” ujar Deasy Larasati, Program Director dan Country Manager Smile Train Indonesia.

Tidak hanya memberikan operasi gratis, Smile Train juga memberikan perawatan paska operasi dan terapi yang perlu dilakukan oleh anak yang telah melalui operasi. Tujuannya adalah untuk memastikan kemampuan anak agar dapat makan, berbicara, mendengar dan bernapas seperti seharusnya. Terapi yang dilakukan diantaranya terapi bicara, ortodontik, dan lainnya. Perawatan dan terapi yang komprehensif akan melibatkan tim dokter spesialis karena berkaitan dengan area lain dari kesehatan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *