Bandung (BRS) – PTDI lakukan ferry flight 1 (satu) unit pesawat CN295 Special Mission untuk TNI Angkatan Udara, tanggal 27 Juni 2019 dari Landasan Udara Husein Sastranegara, Bandung menuju Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan menyerahkan miniatur pesawat CN295 kepada Komandan Skadron Udara 2 Angkut Wing Udara 1, Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Pnb. Donny E. Prayogo dalam prosesi ferry flight pesawat CN295 di Hanggar Delivery Center, KP II PTDI Bandung.
Pesawat CN295 merupakan pengembangan dari pesawat CN235, dimana badan pesawatnya (fuselage) diperpanjang tiga meter yang mampu membawa 50 penumpang dan menggunakan mesin terbaru turboprop Pratt & Whitney PW127G yang dilengkapi enam bilah baling-baling Hamilton Standard 586-F.
Pesawat CN295 mampu mengakomodasi 3 console, dilengkapi dengan Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan merupakan pesawat transport medium yang dapat mengangkut 71 pasukan dengan Lateral Seat Installed.
Pesawat CN295 dilengkapi Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal laut serta menentukan posisi objek, juga dilengkapi dengan IFF Interegator, sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui lawan atau kawan, serta dilengkapi pula dengan SATCOM, sistem komunikasi satelit. Pesawat CN295 merupakan pesawat terbang hasil kerjasama industri antara PTDI dengan Airbus Defense & Space (ADS) yang dikerjakan di kawasan produksi PTDI, Bandung.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan berharap dengan diserahkannya pesawat CN295 dapat meningkatkan kinerja TNI AU dalam setiap pelaksanaan operasi TNI AU. Pesawat CN295 TNI AU ini merupakan pesawat ke-11 yang diproduksi PTDI, dimana PTDI sudah menyerahkan 9 unit pesawat CN295 yang dioperasikan oleh TNI AU.











