Alasan Menghabiskan Uang untuk Liburan Lebih ‘Untung’ Ketimbang Beli Barang

[ad_1]

82ddab12-aecf-4c34-8d51-6c4eb9188c58_43

Pengalaman lebih berharga daripada barang-barang mewah yang dibeli dengan uang sendiri. Ya, jika ingin merasakan hidup yang lebih bahagia maka sebaiknya gunakan harta Anda untuk bepergian ke daerah atau negara lain ketimbang membeli ponsel canggih, TV layar datar terbaru atau mobil.

Menurut ilmuwan, umumnya orang menganggap hal-hal yang bersifat material bisa membawa kebahagiaan. Tidak salah memang. Namun kebahagiaan yang berlangsung lebih lama bukan terletak pada materi melainkan pengalaman seperti traveling, ikut aktivitas luar ruangan, belajar kemampuan baru atau mengunjungi pameran yang disukai.

Dr. Thomas Gilovich, profesor psikologi dari Cornell University, Amerika Serikat, mengatakan bahwa salah satu ‘musuh besar’ kebahagiaan adalah adaptasi. Ketika seseorang membeli suatu benda untuk membuatnya bahagia, rasa itu biasanya bertahan untuk periode waktu tertentu saja.

“Kita membeli benda-benda dengan tujuan agar bahagia, dan berhasil, tapi hanya sebentar. Barang baru membuat kita semangat di awalnya saja, tapi kemudian kita beradaptasi dengan barang tersebut,” jelas pakar psikologi yang telah meneliti hubungan antara uang dan kebahagiaan selama puluhan tahun ini, seperti dikutip dari Huffington Post.

Televisi, misalnya, karena ditempatkan di rumah dimana kita bisa dengan mudah mengaksesnya setiap hari, membuat tubuh secara psikologis beradaptasi dengan keberadaan benda tersebut. Namun secara perlahan seiring berjalannya waktu, televisi tersebut pun hanya menjadi sebuah ‘latar belakang’ dari kehidupan kita. Sementara dengan liburan dan pengalaman yang pernah kita punya bisa menjadi semacam bagian dari identitas hidup.

Contoh lainnya adalah mainan yang pernah dibeli saat kecil dan foto liburan keluarga ke luar negeri. Benda mana yang masih membuat Anda tersenyum ketika dilihat kembali beberapa puluh tahun kemudian? Kenangan tentang liburan ke Jepang, Paris atau Yunani akan membuat Anda dan keluarga tertawa bersama ketika melihatnya. Sementara mainan lama umumnya akan berakhir di gudang dan menjadi usang.

“Pengalaman hidup merupakan bagian yang lebih besar dari kehidupan kita ketimbang benda-benda yang kita beli. Anda bisa saja sangat menyukai barang yang dibeli. Bahkan bisa juga menjadikan itu sebagai bagian dari identitas, tapi meskipun begitu mereka tetap terpisah dari Anda secara fisik. Sementara sebuah pengalaman akan benar-benar menjadi bagian dari diri Anda. Kita (yang sekarang) terbentuk dari pengalaman-pengalaman kita,” urai Dr. Thomas dalam tulisannya “A Wonderful Life: Experiential Consumption and the Pursuit of Happiness.”

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang menghargai segala bentuk sosialisasi terutama dengan orang-orang terkasih. Hubungan sosial berkontribusi besar terhadap tingkat kebahagiaan ketimbang dalam wujud barang.

Jadi, jika ada yang mengritik kenapa Anda lebih memilih menghabiskan uang yang telah ditabung bertahun-tahun untuk bepergian ketimbang membeli benda mewah, Anda bisa menjawab: untuk mencari kebahagiaan!

(hst/hst)

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *