Pengelolaan Stadion GBLA akan Diserahkan Kepada Pihak Ketiga

[ad_1]

image-3

BandungJuara – Pemkot Bandung berencana akan menarik retribusi dari sarana olahraga, salah satunya, Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Rencananya stadion bertaraf internasional itu akan dikelola secara profesional.

“Di masa depan, pengelolaan fasilitas olahraga tidak akan oleh Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga). Dikelola secara profesional seperti Stadion di Madrid dan Barcelona,” ujar pria yang akrab diapa Emil itu usai rapat bersama Pansus 11 DPRD Kota Bandung, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (11/1/2016) sore.

Pemkot Bandung berencana akan melelangkan pengelolaan stadion yang berlokasi di Gedebage tersebut.

“Jadi nanti pengelolaan GBLA akan saya lelangkan siapa pengelolanya. Apakah yang menang A, B, C, kita atur incomenya berapa per tahun,” terangnya.

Hal itu dilakukan agar PNS Dispora fokus pada regulasi dan juga untuk mencegah KKN. “Keuntungannya SDM kita enggak kebawa-bawa. Ada jaminan income yang jelas dan tidak ada KKN di lapangan yang sering terjadi seperti sekarang,” ungkapnya.

Tak hanya Stadion GBLA, aset Pemkot Bandung yang menjadi sarana olah raga juga akan dikenai retribusi. Misalnya seperti kolam renang, lapangan untuk Hoki, akan dikenai retribusi. “Kalau untuk olahraga yang ringan-ringan tidak,” kata Emil.

Perda retribusi sarana olahraga tersebut kini masih dalam pembahasan. Namun rencananya, untuk penentuan tarif retribusi, akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Kenapa harga ditentukan oleh Perwal, karena inflasi itu berubah-ubah tiap tahun masa harus rubah Perda lagi. Contoh kecil, masa sampai sekarang masuk Tegalega Rp 1.000,” tandasnya.

(avi/err)

Sumber : Detik News

 

©  Bandung Juara

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *