oleh

SETELAH DUA TAHUN MINUS, KINI PEMAKAIAN LISTRIK INDUSTRI TEKSTIL DI JABAR TUMBUH 11 PERSEN

-EKONOMI-40 views

Bandung (BRS) – Sempat minus selama 2 tahun terakhir, kini pemakaian listrik untuk industri tekstil di Jawa Barat (Jabar) mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen.

“Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi, pertumbuhan konsumsi listrik industri tekstil mulai bangkit, tumbuh 11 persen dan bahkan pecah rekor setelah 2 tahun berturut-turut sempat minus dibanding sebelum pandemi,” ucap Muhammad Ardian, Manager Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, Senin (18/4/2022).

Ardian memaparkan, pertumbuhan konsumsi listrik sektor tekstil di Jabar pada Januari – Maret 2022 tumbuh mencapai 11 persen atau sebesar 1,53 Terawatt Hour (TWh), dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan ini tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada dua tahun berturut turut sebelumnya, yaitu minus 4 persen atau sebesar 1,50 TWh di 2020 dan minus 8 persen di 2021, dan itu yang terendah di triwulan pertama 2021 hanya sebesar 1,38 TWh,” papar Ardian.

“Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi, industri tekstil mulai bangkit dan kembali menjadi salah satu sektor yang konsumsi listriknya tinggi. Berdasarkan data PLN UID Jabar, performa industri garmen, tekstil sepanjang triwulan 1 tahun 2022 ini berada di zona positif pertama kalinya selama pandemi,” paparnya lagi.

Menurut Ardian, pertumbuhan tersebut terjadi selain karena ada peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2022.

PLN, lanjut Ardian, juga mencatat adanya kenaikan penggunaan listrik oleh beberapa pabrik tekstil yang mengalihkan sumber listriknya dari pembangkit sendiri ke listrik PLN melalui program insentif Captive Power.

“Melalui program insentif Captive Power ini, beberapa pelanggan tekstil yang sebelumnya menggunakan pembangkit listrik miliknya sendiri, kini beralih menggunakan listrik PLN. Atas pengalihan tersebut, PLN memberikan diskon atau insentif tarif yang lebih kompetitif jika dibanding pelanggan harus mengoperasikan pembangkit listriknya,” jelas Ardian.

Di Jawa Barat sendiri, industri tekstil dan produk tekstil terbesar untuk daya 200 kVA ke atas berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya sebanyak 248 pelanggan dengan total daya 332,65 Mega Volt Ampere (MVA).

Selanjutnya industri yang ada di area PLN UP3 Cimahi sebanyak 183 pelanggan dengan daya 281,34 MVA. Sedangkan industry tekstil terbanyak berikutnya di PLN UP3 Bandung sebanyak 124 pelanggan dengan total daya 213,11 MVA.

Pada tahun 2022, Ardian optimistis konsumsi listrik industri tekstil dan produk tekstil di Jawa Barat akan semakin tumbuh seiring pertumbuhan industri tekstil itu sendiri dan kondisi perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Selain itu, Ardian melanjutkan, selain tekstil, beberapa segmen yang juga mengalami kenaikan konsumsi listrik dibanding triwulan yang sama pada 2021, di antaranya Segmen Sosial/ Fasilitas Umum/ Olah Raga yang naik 23,02 persen; Perhotelan naik 23,07 persen; Restoran naik 13,82 persen; serta Tempat Wisata dan Hiburan naik 26,01 persen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed