Bandung (BRS) – Dalam sebuah diskusi memperingati Hari Anti Korupsi di USB YPKP, jl. Phh. Mustopa Bandung, Senin (9/12), Ketua Dewan Pembina Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dedi Kurniawan mengatakan bahwa prilaku korupsi kerap menjadikan alam sebagai korban (merusak alam). Dedi mencontohkan, adanya alih fungsi lahan hijau yang banyak dimanipulasi menjadi bangunan atau dibuat jalan.
Diskusi yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Gedung Sate ini mengambil tema “Dampak Korupsi Terhadap Lingkungan”, juga menghadirkan pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Bandung Muradi, Anggota DPRD Jawa Barat Sugianto Nanggolah, dan Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Fajar Ginanjar.
Dalam paparannya, Muradi mengatakan bahwa korupsi cenderung dilakukan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Menurutnya, ini diperkuat oleh data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut aparatur sipil negara (ASN), legislator, dan kepala daerah menempati peringkat tiga besar sebagai pihak yang melakukan korupsi.
Berbeda dengan uraian yang disampaikan Sugiyanto Nanggolah, bahwa menurutnya Indonesia ini sudah memiliki hukum yang lengkap dan bagus. Mulai dari Undang-undang, Keppres, Kepgub hingga Perda. Hanya menurutnya, manusia yang menjalankannya tidak memiliki integritas, lemah, dan jelek. Sehingga hukumnya pun menjadi lemah, dan akhirnya korupsi bisa terjadi.








