Bandung (BRS) – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kemampuan teknologi dan fasilitas produksi elektronika pertahanan PT Len Industri (Persero), mulai dari radar, pesawat tanpa awak (drone), hingga sistem komunikasi taktis dan optronik, Rabu (28/10/2026).
Kunjungan tersebut mencakup peninjauan fasilitas produksi dan proses pengembangan perangkat elektronika pertahanan, dari tahap perancangan, produksi, integrasi, hingga pengujian fungsi dan penjaminan mutu. Kesiapan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.
Selain melihat kapabilitas produksi, kunjungan tersebut juga menyoroti potensi integrasi teknologi radar dan drone untuk mendukung pemantauan kondisi operasional secara lebih menyeluruh.
Integrasi ini berkaitan dengan konsep interoperability, yakni kemampuan berbagai sistem dan perangkat untuk saling terhubung, bertukar informasi, serta bekerja secara terpadu. Kemampuan tersebut dibutuhkan agar beragam teknologi pertahanan dapat mendukung efektivitas operasi secara terintegrasi.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang elektronika pertahanan dan integrasi sistem, Len terus memperkuat kemampuan produksi, pengujian, serta penjaminan mutu untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya memperkuat industri pertahanan dalam negeri agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.
Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menyatakan Len berkomitmen memperkuat kemampuan teknologi elektronika pertahanan sekaligus mendorong pengembangan ekosistem industri nasional.
“PT Len Industri terus memperkuat perannya sebagai integrator sistem elektronika pertahanan melalui pengembangan kapabilitas teknologi, penguatan ekosistem industri nasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri, serta memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia,” ucap Joga, dikutip dari siaran persnya.
Sebagai perusahaan teknologi strategis sekaligus induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, PT Len Industri terus mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi elektronika pertahanan melalui riset, peningkatan kesiapan fasilitas produksi dan pengujian, serta sinergi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, perguruan tinggi, dan industri nasional.








