Bio Farma Kembali Raih Penghargaan Platinum di Ajang Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT)

Jakarta (BRS) – Dalam sebuah siaran pers Bio Farma, Selasa (7/11/2023), Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyebut, sudah menjadi komitmen Bio Farma untuk terus mempertahankan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam setiap operasional yang sejalan dengan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Terkait hal itu, sebuah penghargaan katagori Platinum kembali diraih Bio Farma untuk kedua kalinya, di ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023 dari National Center for Corporate Reporting (NCCR) yang digelar 6 November 2023 lalu di Jakarta, menjadi bukti komitmen dan keseriusan Bio Farma dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam semua aktivitas operasi perusahaan.

“Apresiasi peringkat platinum yang kami terima untuk kedua kalinya, menjadi bukti komitmen Bio Farma dalam menjalankan usaha yang memenuhi prinsip-prinsip berkelanjutan sebagai acuannya,” sebut Shadiq.

“Komitmen ini diterapkan oleh seluruh lapisan karyawan dan juga segenap jajaran Direksi dan Komisaris Bio Farma dalam bersama-sama membangun budaya usaha yang berkelanjutan. Nilai keberlanjutan Bio Farma tercermin dalam filosofinya Dedicated to Improving Quality of Life, yang sejalan dengan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB),” papar Shadiq.

Shadiq juga menyebut bahwa sebelumnya Bio Farma pernah meraih penghargaan peringkat Platinum pada ASRRAT 2022, dan peringkat Gold selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2018 hingga 2021.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Indonesia sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019 – 2024, Bambang Brodjonegoro dalam sambutan yang disampaikan secara daring menyampaikan, bahwa percepatan aksi iklim melalui upaya-upaya keberlanjutan sangat penting dilakukan oleh entitas bisnis, dan perusahaan.

“Tujuan ke depan sangat jelas. Kita harus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan berupaya mencapai emisi nol pada tahun 2050 untuk memitigasi peningkatan suhu lebih lanjut,” kata Bambang.

Diketahui, ASRRAT 2023 diikuti oleh beberapa negara tambahan, tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga Bangladesh, Filipina, dan Australia.

Proses penilaian melibatkan panel yang berisi lima orang juri dan tim assessor yang terdiri atas 18 penilai bersertifikat CSRS (Certified Sustainability Reporting Specialist) dari seluruh Indonesia.

NCCR menetapkan empat peringkat laporan keberlanjutan, yaitu Platinum (tertinggi), Emas, Perak, dan Perunggu (terendah).

Dalam siaran pers tersebut diinformasikan pula bahwa penghargaan peringkat Platinum 2023 diserahkan oleh Ketua NCCR Ali Darwin dan diterima oleh Head of Corporate Communications Bio Farma Iwan Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *